Produksi Jagung Jateng Tembus 2,68 Juta Ton hingga September 2026, Ditarget Capai 3,7 Juta Ton

Produksi Jagung Jateng Tembus 2,68 Juta Ton hingga September 2026, Ditarget Capai 3,7 Juta Ton

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Panen Raya Jagung di lahan Gapoktan Krido Dharmo, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (1/10).-IST -MAGELANG EKSPRES

SUKOHARJO, MAGELANGEKSPRES.ID - Produksi jagung Jawa Tengah mencapai 2,68 juta ton hingga September 2026. Capaian tersebut sudah mencapai sekitar 72 persen dari target produksi jagung Jateng tahun ini sebesar 3,7 juta ton.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri Panen Raya Jagung di lahan Gapoktan Krido Dharmo, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (1/10).

Luthfi mengatakan, produksi jagung menjadi salah satu komoditas yang turut memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu lumbung pangan nasional, selain padi.

"Jawa Tengah tetap meneguhkan sebagai lumbung pangan nasional, tidak hanya padi tetapi juga jagung," kata Luthfi.

BACA JUGA:Tangani 697 Klien, Bapas Magelang Sebut Pencurian dan Narkoba Paling Dominan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung Jawa Tengah pada 2025 mencapai sekitar 3,7 juta ton pipilan kering dengan kadar air 28 persen.

Jumlah tersebut berkontribusi sekitar 17,02 persen terhadap produksi jagung nasional dan menempatkan Jawa Tengah sebagai produsen jagung terbesar kedua secara nasional.

Menurut Luthfi, peningkatan produksi jagung perlu didukung dengan sejumlah faktor, terutama keberlanjutan lahan pertanian, ketersediaan air, pupuk, serta kelancaran distribusinya.

BACA JUGA:Tawarkan Beasiswa Ratusan Juta, SMP Mutual Kota Magelang Catat 130 Pendaftar Inden

Ketersediaan air, kata dia, menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar kebutuhan pertanian dapat terpenuhi. Sebab, yang terpenting bukan hanya ketersediaan sumber air, tetapi memastikan air dapat sampai ke lahan pertanian.

Penguatan sumber air dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari pembangunan sumur dalam, sumur dangkal, jaringan irigasi, hingga embung.

"Air itu yang penting sampai ke lahan. Bisa dengan sumur dalam, sumur dangkal, irigasi, embung, dan sebagainya," ujarnya.

BACA JUGA:Krisis Lahan, Kapasitas TPU Giriloyo Kota Magelang Maksimal Tersisa 12 Tahun Lagi

Selain air, pemerintah juga memastikan ketersediaan pupuk bagi petani agar kebutuhan sarana produksi dapat terpenuhi, terutama saat memasuki musim tanam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: