Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi, Pemprov Jateng Minta RS Matangkan Kesiapan

Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi, Pemprov Jateng Minta RS Matangkan Kesiapan

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat mendampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI di RSUD dr. Adhyatma, MPH Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Jumat (2/10/2026).-IST-MAGELANG EKSPRES

SEMARANG, MAGELANGEKSPRES.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sumarno menginstruksikan seluruh rumah sakit di wilayahnya untuk segera mematangkan persiapan penerapan sistem rujukan berbasis kompetensi.

Kesiapan ini dinilai penting agar kebijakan baru Kementerian Kesehatan mampu memberikan pelayanan medis yang lebih cepat, efisien, dan memangkas keharusan pasien berpindah-pindah rumah sakit.

Pesan tersebut ditegaskan Sumarno saat mewakili Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, dalam menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI di RSUD dr. Adhyatma, MPH Provinsi Jawa Tengah, Kota Semarang, Jumat (2/10/2026).

BACA JUGA:PAN Jateng Panaskan Mesin Pemilu 2029, Kebut Pembentukan Struktur Ranting Dapil VIII

Menurut Sumarno, sistem rujukan berbasis kompetensi pada dasarnya memiliki cita-cita yang mulia.

Sistem ini didesain untuk memastikan setiap pasien langsung mendapatkan penanganan medis di rumah sakit yang sesuai dengan kompetensi penyakitnya, tanpa harus melalui alur rujukan berjenjang yang kerap menyita waktu.

Kendati demikian, ia menyadari bahwa penerapannya di lapangan menuntut kesiapan sarana serta kolaborasi lintas sektoral yang kuat.

BACA JUGA:Wagub Jateng Taj Yasin Buka Fasilitas Rumah Dinas untuk Berbagai Kegiatan Warga

Sebab, jenjang fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di daerah tidak hanya dikelola oleh otoritas provinsi, melainkan mencakup rumah sakit milik pemerintah kabupaten/kota, rumah sakit swasta, hingga pemerintah pusat.

"Dengan basis kompetensi ini tujuannya mulia, supaya pasien tidak berpindah-pindah. Tapi tentu saja butuh kesiapan, butuh kolaborasi," ujar Sumarno.

Oleh karena itu, Sumarno berharap berbagai temuan dan masukan yang dihimpun oleh anggota dewan dalam kunjungan ini dapat menjadi landasan penyempurnaan kebijakan di tingkat pusat.

BACA JUGA:Gubernur Ahmad Luthfi Minta MES Jateng Dorong Ekonomi Syariah Angkat Kelas UMKM

Ia menekankan, penerapan sistem ini wajib dibarengi dengan pemenuhan instrumen pendukung di setiap daerah, mulai dari ketersediaan fasilitas hingga kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan.

"Mudah-mudahan dengan berbagai masukan ini, cita-cita mulia kita untuk melayani pasien lebih cepat, lebih murah, dan tidak perlu bergerak ke sana kemari ini berjalan dengan baik. Tentu saja dengan catatan semua instrumen juga terpenuhi," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait