13 RS di Jateng Jadi Rujukan Pasien Corona
MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Provinsi Jawa Tengah, dr. Tatik Murhayati M.Kes menyampaikan, diusulkan 13 rumah sakit (RS) rujukan Covid 19 atau virus corona yang akan ditetapkan Gubernur Jateng. Adapun biaya perawatan akan ditanggung pemerintah. Untuk wilayah eks Karisidenan Kedu, rumah sakit yang ditunjuk adalah RSU Tidar Magelang. "Awalnya diusulkan ada 11 rumah sakit rujukan, namun jadi 13 rumah sakit. Adapun biaya perawatan dari pemerintah, bisa dari pemda, pemprov maupun pemerintah pusat," ucap dr. Tatik Murhayati M.Kes saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Corona Virus Diseases (Covid 19) Kabupaten Magelang, di Artos Hotel, Kamis (12/3). Dalam kesempatan tersebut, Sri Wahyuningsih, juga menyampaikan, masyarakat jangan panik, terkait informasi Covid 19 yang benar informasi di situs resmi di Kementerian Kesehatan. "Dahulu ada virus Sars, Mers, dan Ebola, namun tidak begitu heboh. Dan sekarang ada medsos masyarakat jadi heboh dan panik. Namun harus tetap waspada. Tidak semua informasi itu benar. Sikapi secara bijak apa yang terjadi di medsos," papar Tatik. Baca Juga Ekspor ke Tiongkok Disetop, Pabrik Pengolahan Kayu di Purworejo Rumahkan Karyawan Untuk provinsi Jawa Tengah sendiri terdapat 38 pasien dalam pengawasan (PDP), 37 sudah diambil sample dengan hasil 31 negatif dan 6 belum ada hasil. Dan 1 sample belum diambil (Kendal). "Tidak semua gejala yang dialami pasien adalah Covid 19, sejauh ini belum ditemukan di wilayah Jawa Tengah. Perlakuan ke pasien seperti corona, untuk antisipasi, tapi belum tentu positif Covid 19," ungkap Tatik. Dalam kesempatan tersebut, Tatik berpesan, agar waspada kontak dengan orang yang sudah melakukan perjalanan lebih dari 14 hari ke negara terjangkit. "Deteksi dini dan respon di wilayah, penyelidikan epidemiologi, verifikasi, investigasi dan notifikasi. Respon dilakukan identifikasi pemantauan kontak, rujukan. Informasi diberikan kepada masyarakat, tetapi jangan sampai ada stigmatisasi kepada ," terang Tatik. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Retno Indriastuti, mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan, tersosialisasikannya kebijakan pencegahan, mekanisme pembiayaan pasien, peran lintas sektor penanganan Covid 19. Baca Juga Tanah Retak di Salaman, 61 KK Diungsikan "Materi kebijakan pencegahan, manajemen teknis. mekanisme pembiayaan, peran lintas sektor dalam penanganan Covid 19," tutur Retno. Dalam kesempatan tersebut, Asisten 1 Pemerintahan Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso mengungkapkan perlu adanya sinergitas lintas sektor dalam menanggulangi virus corona. WHO menyebutkan saat ini dunia juga tengah mengalami infodemik Covid-19 yaitu virus virtual berupa rumor, hoax dan lain sebagainya yang meresahkan masyarakat. "Tadi sudah dijawab oleh Dinas Kominfo yang akan melakukan langkah-langkah strategis dan bersifat masif supaya informasi yang sampai adalah informasi yang positif. Kalau yang membuat rumor dan hoax itu punya sumber daya yang kuat, kita yakin pemerintah punya infrastruktur dan sumber daya yang jauh lebih kuat," tandas Iwan.(cha)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: