Adaptasi Kebiasaan Baru, Pokdasrwis Digembleng

Adaptasi Kebiasaan Baru, Pokdasrwis Digembleng

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG - Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengadakan bimbingan teknis pendampingan desa wisata di Regional 1B (Jawa). Hal tersebut untuk sosialisasi dan pembekalan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mengelola desa wisata, dalam hal Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di tengah pandemi covid-19. Bimtek tersebut meliputi sadar wisata, sapta pesona, Clean Healt Safety and Environment (CHSE), pelayanan prima, dan potensi produk wisata agar dapat diterapkan dalam pengembangan desa wisata terkait. Diketahui dalam kegiatan Bimtek Pendampingan Desa Wisata Regional 1B ini,  Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggandeng beberapa universitas di Jawa Tengah dan DIJ. Diantaranya ada Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Tidar Magelang, Stiepar Api Yogyakarta, dan lainnya. Deputi Bidang Sember Daya dan Kelembagaan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi kreatif yang diwakili oleh Fungsional Madya, Denny Farabi, mengharapkan dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan progres dan manfaat yang besar bagi Pokdarwis di sekitaran Kabupaten Magelang dan Temanggung. Baca juga Pramuka Kwarran Mertoyudan Bagikan Ratusan Masker "Kegiatan ini diharapkan akan ada progres yang cukup besar, bermanfaat bagi desa wisata yang didampingi oleh perguruan tinggi. Dan makin banyak wisatawan nusantara maupun manca negara yang berkunjung ke desa wisata Indonesia, khususnya yang berkunjung ke Kabupaten Magelang," ucap Denny di Hotel Atria, Kamis (1/10). Denny juga menekankan pada poin CHSE, sebab ini berfungsi untuk mengantisipasi jika nanti jika ada wisatawan yang reaktif. "Kedepannya nanti wisatawan tidak lagi bergerombol, bisa juga family dan backpacker akan lebih banyak lagi. Maka kita harus siap," terang Denny. Denny juga mengimbau agar Pokdarwis tidak menyepelekan pelayanan prima. Sebab saat ini masyarakat bisa memberikan penilaian hanya menggunakan jempol, yakni ada pada sosmed dan dampaknya sangat luar biasa. "Maka saya berharap, kita semua bisa bangkit dengan memberikan pelayanan yang beyond expectation. Gali kearifan lokal yang ada, dibuat yang menarik dengan cerita sedemikian rupa. Karena wisata itu mengenai cinta dan cerita, kekuatannya ada di sana," imbuh Denny. Dalam kesempatan itu, Guru Besar Universitas Dian Nuswantoro, Prof. Zainal A. Hasibuan, Ph.D mengatakan bahwa adanya Bimtek ini guna mengintegrasikan desa wisata dengan teknologi terkini yakni teknologi revolusi industri 4.0. "Intinya teknologi informasi dan komunikasi selain dia mendukung kegiatan desa wisata,  juga memungkinkan yang sebelumnya tidak mungkin yaitu enabler atau pemungkin," terangnya. Dirinya mencontohkan bagaimana Pokdarwis bisa mengintegrasikan calon wisatawan dengan semua tempat yang akan  dikunjungi, selama datang ke desa wisata.  "Semua itu dimungkinkan terintegrasi dengan adanya teknologi dan komunikasi," kata Prof. Zainal. Menurutnya dengan adanya tenologi ini maka akan menguntungkan para Pokdarwis. "Jangkauannya sangat luas, yakni sedunia. Jadi ini akan menguntungkan digital marketingnya desa wisata. Yang tadinya mungkin sangat lokal, promosinya bisa secara global melalui internet," terangnya. Sementara Plt Kepala Dinas Patiwisata Kepemudaaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso, sangat penyambut baik kegiatan ini. "Menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini tidak mudah. Maka perlu ada pelatihan dan pendampingan bimbingan teknis ini sangat penting. Sebab AKB ini harus terus dilakukan terutama di sektor pariwisata," jelas Iwan. Iwan mengatakan ada banyak adaptasi kebiasaan baik bagi destinasi. Baik tempat, pelaku, dan wisatawan. Menurutnya, semua tempat sebenarnya unik, dan tugas Pokdarwis yang mendapatkan bimtek adalah mencari keunikan dari produk yang akan dijual. "Jadi tidak saling mematikan tetapi bisa saling bersinergi. Satu tempat dan tempat yang lain ini, bisa menjadi satu paket wisata. Sebab memiliki keunikan masing-masing, itu yang perlu didorong dalam kesempatan yang baik," papar Iwan. Menurut Iwan, Kabupaten Magelang sendiri telah memiliki Perda yang mengatur tentang pariwisata, yakni rencana induk pembangunan pariwisata Kabupaten Magelang tahun 2014-2034. "Visinya sangat jelas yaitu terwujudnya Kabupaten Magelang sebagai kabupaten wisata yang berdaya saing dan berwawasan budaya," kata Iwan. Iwan juga menambahkan bahwa Kabupaten Magelang berada pada lokasi yang sangat strategis. Yaitu kawasan strategis pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur ditambah lagi sekarang menjadi Destinasi Super Prioritas yang pasti memberikan dampak positif.(cha)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: