Kelompok PPMT Unimma Dampingi Penyusunan Pelaporan Keuangan di Ponpes

Kelompok PPMT Unimma Dampingi Penyusunan Pelaporan Keuangan di Ponpes

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG – Pondok pesantren (ponpes) yang ada di Magelang kini menjadi salah satu pusat perhatian Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) dalam kegiatan PPMT Periode 2 Tahun 2020. Yang dituju Ponpes Nurul Ali di Dusun Sempu, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang dan Pondok Pesantren An-Nawawi 02 di Dusun Saren, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Dalam memenuhi Catur Dharma Perguruan Tinggi, dosen hingga mahasiswanya memaksimalkan akuntabilitas penyusunan laporan keuangan Pondok Pesantren melalui Program Pengabdian pada Masyarakat Terpadu (PPMT). Program PPMT ini diketuai Dr. Wawan Sadtyo Nugroho, SE., M.Si (Dosen) dan lima mahasiswanya, yaitu Azif Adhar Muttaqien, Angger Anisa Muthoharoh, Gita Dwi Cahyati, Peggi Ardelia Cahayanti, dan Ulfa Setyaningrum dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kegiatan PPMT ini mengangkat judul “Upaya Peningkatan Akuntabilitas Penyusunan Laporan Keuangan dan Manajemen Keuangan di Pondok Pesantren”. “Pengabdian ini untuk membantu meningkatkan penyusunan laporan keuangan dan manajemen keuangan pondok pesantren dengan standar Akuntansi Keuangan yang berlaku umum dengan mempertimbangkan sifat dan karakteristik dari ponpes. Dengan menggunakan Standar Akuntansi yang sesuai, saya optimis pondok pesantren akan menerapkan strandarisasi tersebut. Sehingga, penyusunan laporan keuangan dapat lebih efektif guna meningkatkan kinerja manajemen keuangan pondok pesantren agar lebih optimal,” kata Wawan selaku ketua kegiatan sekaligus dosen pendamping. Kegiatan PPMT ini diawali dengan melakukan survei dan pemetaan masalah yang dimulai pada Agustus 2020. Dari masalah yang ada, yaitu pondok pesantren masih manual dalam melakukan penyusunan laporan keuangan. Tercetus tentang penyusunan laporan keuangan berdasarkan Standar Akuntansi yang ada yaitu menganut PSAK. Dengan penerapan tersebut, diharapkan mampu menarik perhatian para donatur untuk melakukan donasi di Pondok Pesantren tersebut. Baca juga Lebih Kebal, Penyintas Covid-19 Jangan Dikucilkan “Di sini peran mahasiswa Unimma sebagai generasi muda berbasis akuntansi dan manajemen yang bekerjasama dengan IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) yaitu Dr. Ratno Agriyanto, M.Si., Ak memperkenalkan kepada Pondok Pesantren Nurul Ali dan An-Nawawi 02 bagaimana cara menyusun Laporan Keuangan yang mengacu pada PSAK 45,” kata Peggi, salah satu mahasiswa. Atas hal itu, pihak pondok pesantren diberikan pembekalan materi serta pendampingan terkait penyusunan Laporan Keuangan di Pondok Pesantren. Kegiatan pembekalan dilakukan secara daring via zoom dari pihak IAI Jateng kepada setiap perwakilan pondok pesantren khususnya bagian keuangan pondok. “Sedangkan untuk kegiatan pendampingan dilakukan dengan mendatangi secara langsung setiap lokasi pondok pesantren dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal ini dikarenakan adanya wabah covid-19 yang tidak memungkinkan adanya kerumunan,” tambah Azis. (adv)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: