Relawan Turun Langsung Penuhi Kebutuhan Logistik Pengungsi Merapi

Relawan Turun Langsung Penuhi Kebutuhan Logistik Pengungsi Merapi

MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG - Relawan Desa Krinjing dan Relawan Desa Deyangan bersama Polwan Polres Magelang, turun langsung memenuhi kebutuhan logistik di Dapur Umum Balai Desa Deyangan, yang saat ini menampung pengungsi Gunung Merapi dari Desa Krinjing Kecamatan Dukun Magelang. \"Yang jelas sangat terbantu dengan adanya relawan dan Polwan, sangat membantu ibu-ibu PKK untuk mengolah logistik bagi pengungsi di Balai Desa Deyangan,\" ucap Kepala Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan Magelang, Risyanto, Selasa (10/11/2020). Adapun untuk logistik pengungsi, menurut Risyanto, saat ini masih mencukupi, dikarenakan tiap hari ada kiriman logistik dari pemerintah. Meskipun demikian ada juga kiriman tambahan bantuan logistik dari unsur masyarakat maupun organisasi swasta. \"Saat ini masih mencukupi karena jumlah pengungsinya masih sedikit, 124 pengungsi. Kemudian ditambah sumbangan logistik dari luar, seperti dari warga perorangan dan dari Aisiyah Deyangan, yang membantu logistik makanan dan lauk. Ada pula membantu peralatan mandi seperti sabun dan lain-lain,\" terang Risyanto. Sementara, Kabagsumda Polres Magelang, AKP Budi Suwarni menyampaikan, dengan dikeluarkannya Keputusan Bupati Magelang Nomor : 180.183/ 364/ 46/ 2020 pada tanggal 6 November 2020 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Gunung Merapi, Polres Magelang telah mengerahkan personilnya untuk membantu Pemerintah Daerah dalam penanganan warga pengungsi. Pengungsi berasal dari Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang yang tersebar di beberapa titik di wilayah Kecamatan Mertoyudan dan Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang. Baca Juga Kelompok PPMT Unimma Dampingi Penyusunan Pelaporan Keuangan di Ponpes \"Polwan siap menjalankan perintah dari atasan dan dalam penugasan di dapur umum akan selalu mengedepankan sikap empati dan humanis. Banyak warga pengungsi yang usianya diatas 50 tahun, maka Polwan perlu memberikan edukasi dan sosialisasi perilaku hidup sehat serta mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid 19 dilingkungan pengungsian,\" terang Kabagsumda Budi Suwarni. Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, total jumlah pengungsi sampai dengan Selasa, 10 November 2020 pukul 18.00 WIB, sebanyak 830 jiwa di sembilan titik pengungsian. Kegiatan penanganan yang dilakukan, terbagi dalam beberapa sektor, yaitu Sektor Dapur Umum, laksanakan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, dengan dukungan Personil di Dapur Umum Pengungsi dari Tagana dan Relawan. Sektor Logistik, memastikan jalur permintaan barang logistik dan barang logistik masuk satu pintu. Membangun komunikasi disektor logistik disetiap Pos Pengungsian. Pendataan keluar masuk barang logistik dari bantuan donatur maupun pengadaan. Pendistribusian logistik pangan dan non pangan serta peralatan untuk kebutuhan pengungsian Sektor Kesehatan, Pendirian Pos Kesehatan, pengecekan kesehatan dan Rapid Test  para pengungsi dan petugas di tiap TEA. Pelaksanaan kegiatan trauma healing untuk para pengungsi. Sektor Evakuasi dan Transportasi, Melakukan validasi data pengungsi di setiap TEA. Memastikan pengungsi telah di evakuasi dengan baik. Memastikan ketersediaan armada transportasi. Sektor Barak, Memastikan Pos Koordinasi berfungsi dan berjalan dengan baik. Memastikan ketersediaan air bersih mencukupi. Penataan TEA dengan sekat-sekat pembatas untuk masing-masing keluarga dan Sektor Komunikasi dan Informasi dengan melakukan komunikasi antar sektor. Melakukan pengolahan data menjadi informasi. Dan memastikan jalur komunikasi selalu lancar.(cha)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: