Rayakan Waisak, Walubi Gelar Pengobatan Gratis Selama Dua Hari di Borobudur Magelang

Rayakan Waisak, Walubi Gelar Pengobatan Gratis Selama Dua Hari di Borobudur Magelang

TOLERANSI. Acara pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar dalam rangka Hari Raya Waisak justru besar dimanfaatkan kalangan masyarakat Muslim di Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu, 10 Mei 2025-HARYAS PRABAWANTI-MAGELANG EKSPRES

BOROBUDUR, MAGELANGEKSPRES.ID - Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) menggelar Kegiatan bakti sosial cek kesehatan gratis dalam rangka perayaan Tri Suci Waisak.

Kegiatan tersebut digelar di Candi Borobudur, Sabtu dan Minggu 10 sampai 11 Mei 2025, pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Pengobatan gratis ini terbuka bagi semua kalangan, tanpa memandang agama, suku, atau latar belakang sosial.

BACA JUGA:Produksi Sampah 668 Ton Sampah Per Hari, Pemkab Magelang Bangun TPS 3R Sidomulyo di Pakis

Adapun pelayanan medis yang diberikan mencakup pengobatan umum, bedah minor, bedah gigi, hingga operasi katarak. 

Pasien tak hanya berasal dari wilayah Borobudur, tetapi juga dari luar Jawa Tengah seperti Bali dan Surabaya.

BACA JUGA:Injourney Siap Sambut 90 Ribu Orang di Kawasan Candi Borobudur Jelang Puncak Waisak

Beberapa pasien dengan kondisi lebih serius bahkan dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani operasi besar, termasuk kasus tumor jinak dan operasi rahang.

Ketua Umum Walubi, Hartati Murdaya menyebut, program ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan Walubi yang digerakkan oleh semangat toleransi dan cinta kasih, serta bekerja sama dengan berbagai elemen, termasuk TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara serya Polri.

BACA JUGA:Kemenag Prediksi 100.000 Umat Buddha Datangi Candi Borobudur Saat Puncak Waisak

Lebih lanjut, Hartati Murdaya menyebut, pengobatan gratis tersebut melibatkan lebih dari 200 dokter dari berbagai spesialisasi, 300 tenaga paramedis, serta 500 relawan dari kalangan mahasiswa, umat Buddha, dan jaringan relasi Walubi.

”Walubi menargetkan kegiatan ini dapat menjangkau hingga 10.000 pasien, terutama dari wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya,” kata Hartati Murdaya.

BACA JUGA:Usai Dikremasi, Abu Jenazah Konglomerat Murdaya Poo Dibawa ke Candi Borobudur Saat Waisak

Menurut Hartati, hal menarik dari pengobatan gratis ini adalah mayoritas relawan justru berasal dari latar belakang Muslim sebanyak 80 persen.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait