Dari Wasiat, RA Hj Siti Dhohiriyah Kalinegoro Kini Miliki Gedung Sendiri

Dari Wasiat, RA Hj Siti Dhohiriyah Kalinegoro Kini Miliki Gedung Sendiri

WAKAF. Eddy Sutrisno menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah dan bangunan wakaf untuk RA Muslimat NU Hj Siti Dhohiriyah di Dusun Jetis, Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Sabtu, 21 Juni 2025.-WIWID ARIF-MAGELANG EKSPRES

MERTOYUDAN, MAGELANGEKSPRES.ID - Derap langkah kaki mungil berkejaran di selasar madrasah. Lantunan hafalan ayat Alquran mengalun lirih, mengisi udara pagi yang lembut di Dusun Jetis 1, Desa Kalinegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Sabtu 21 Juni 2025.

Di balik tembok-tembok cokelat lembut gedung baru RA Muslimat NU Hj Siti Dhohiriyah, wajah-wajah kecil itu berseri penuh semangat. Hari itu menjadi awal yang baru, dan ruang yang akhirnya menjadi milik mereka sendiri.

Selama bertahun-tahun, siswa-siswi RA Muslimat NU Kalinegoro harus belajar dengan cara bergantian. Kadang di lorong, kadang di teras, menyesuaikan ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang mereka tumpangi.

BACA JUGA:Terungkap Rahasia Nol Demo Truk ODOL di Kabupaten Magelang, Apa Kuncinya?

Jadwal kerap berubah. Kelas dibatasi waktu, karena bukan milik sendiri.

"Meskipun secara umum tak ada kendala besar, namun ruang gerak anak-anak tetap terbatas,” kata Kepala RA Kalinegoro 1, Naeli Asmah.

Kini mereka tak lagi bergantung dengan aktivitas ruang lain. RA yang sejatinya telah berdiri sejak 1980 itu akhirnya memiliki gedung sendiri.

BACA JUGA:Pindah Lokasi, Pelaksanaan PSU TPS 15 Sumurarum Magelang di Gedung PAUD Sekar Wangi

Itu ada, berkat wasiat tulus dari almarhumah Hj Siti Dhohiriyah. Keinginan yang sempat terucap di masa sakitnya pada 2024 itu, lalu dilanjutkan oleh sang suami, Eddy Sutrisno.

"Waktu beliau sakit, pernah bilang ingin membangun sekolah Islam. Itu jadi amanah buat saya. Agustus 2024 kami mulai membangun, dan alhamdulillah setahun kemudian selesai," tutur Eddy yang juga Direktur RS Lestari Raharja tersebut.

Ia pun secara simbolis menyerahkan sertifikat tanah seluas 440 meter persegi, berikut bangunan dua lantai seluas 200 meter persegi, kepada pihak sekolah. Gedung itu kini resmi bernama RA Muslimat NU Hj Siti Dhohiriyah.

BACA JUGA:Desa Deyangan Bangkitkan Ruh Spiritual Borobudur Lewat Tradisi dan Budaya

Bagi Eddy, ini bukan sekadar pemenuhan janji, melainkan warisan nilai.

"Anak-anak butuh tempat yang bersih dan tenang. Supaya otaknya enggak capek. Pendidikan usia dini itu penting, karena jadi fondasi karakter anak di masa depan," katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait