Pohon Randu Alas Berusia 250 Tahun di Borobudur Akhirnya Ditebang, Tunas Baru Disiapkan
DITEBANG. Pohon Randu Alas di kawasan Tuk Songo ditebang sebagai bagian dari penataan kawasan, namun tetap menyisakan bagian pohon sebagai ikon sejarah dan pariwisata desa, Senin (2/2).-HENI AGUSNINGTYAS-MAGELANG EKSPRES
BOROBUDUR, MAGELANGEKSPRES.ID - Pohon randu alas yang sudah berusia 250 tahun di Tuk Songo, Borobudur, Kabupaten Magelang akhirnya ditebang.
Meski demikian, sebagai gantinya, kini Pemkab Magelang mencoba menanam kembali pohon tersebut.
"Secara kajian ilmiah sebenarnya pohon (randu alas) itu sudah mati. Tapi masih ada tunas baru di unsur hara kulit dan kambiumnya, sehingga kami dorong agar dipelihara," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Romza Ernawan, Senin (2/2).
BACA JUGA:UGM Rekomendasikan Penebangan Pohon Randu Alas Berusia Ratusan Tahun di Borobudur
Proses penebangan ini, kata Romza, sudah melalui kajian dan tahapan yang cukup mendalam.
Tak tanggung-tanggung, Pemkab bahkan menggandeng akademisi independen dari UGM, agar meneliti pohon berusia 250 tahun tersebut.
"Opsi pertama menyebut tanaman sudah mati karena faktor usia, adanya penggerek batang, serta penyakit lain. Dari tiga pilihan itu, kami sepakat mengambil opsi ketiga, yakni menyisakan sebagian sebagai penanda bahwa di lokasi tersebut pernah tumbuh Randu Alas yang monumental,” jelasnya.
Selain itu, tunas-tunas baru yang saat ini muncul diharapkan dapat dirawat secara berkelanjutan sebagai pengganti Randu Alas lama yang telah mati, sehingga nilai historis dan ekologis kawasan tetap terjaga.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang, Mulyanto, menyatakan bahwa langkah yang ditempuh pemerintah desa melalui alternatif ketiga merupakan solusi yang tepat dan bijaksana.
“Pemerintah desa bisa menempuh jalur itu. Pak Lurah sudah mengumpulkan tokoh masyarakat dan OPD minggu lalu, lalu disepakati alternatif ketiga yang memadukan kepentingan publik dan keselamatan,” katanya.
BACA JUGA:PAW Kades di 20 Desa Kabupaten Magelang Dimulai Februari 2026
Mulyanto menegaskan bahwa ikon pariwisata Tuk Songo tidak hilang, karena masih ada bagian pohon Randu Alas yang disisakan sebagai simbol sejarah kawasan.
“Randu Alas itu usianya ratusan tahun dan ada dokumentasinya. Sekarang sedang berproses dirapikan. Ikon tetap ada,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres