Kabupaten Magelang dan Karanganyar Perkuat Kerja Sama Lewat Diplomasi Budaya dan Pendidikan
Bupati Grengseng menyerahkan gunungan kepada Dalang Gunarto Talijendro saat pagelaran wayang kulit kolaborasi Magelang-Karanganyar di Terminal Secang, Sabtu (2/5/2026).-IST-MAGELANG EKSPRES
SECANG, MAGELANGEKSPRES.ID – Pemerintah Kabupaten Magelang dan Kabupaten Karanganyar memperkuat sinergi antardaerah melalui diplomasi budaya dan peluncuran Gerakan Sanggar Seni Sekolah di Terminal Secang, Sabtu (2/5/2026) malam.
Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional ini ditandai dengan pagelaran wayang kulit lakon "Kisah Cinta Wilutomo" oleh dalang Gunarto Talijendro.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji mengatakan, pertukaran budaya ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat jati diri daerah sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif.
BACA JUGA:Kota Magelang Jadi Kota Termaju di Indonesia, Kuat di Sektor Jasa dan Perdagangan
Menurutnya, Magelang dan Karanganyar memiliki kesamaan akar budaya Jawa yang kuat, mulai dari keberadaan Candi Borobudur hingga kearifan lokal masyarakat lereng gunung.
“Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi merupakan kekuatan masa depan. Dari budaya, kita membangun karakter, mempererat persaudaraan, sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif dan pariwisata,” kata Grengseng di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi acara.
Dalam momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Magelang juga resmi meluncurkan Gerakan Sanggar Seni Sekolah yang diikuti oleh 19 sekolah.
BACA JUGA:Ribuan Pelari Padati Mangkunegaran Run 2026, Padukan Semangat Olahraga dan Keluhuran Budaya Solo
Program ini bertujuan mengintegrasikan nilai-nilai tradisi ke dalam proses pendidikan formal agar generasi muda tetap memiliki landasan karakter yang kuat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, Wisnu Argo Budiyono menjelaskan, pendidikan saat ini tidak boleh hanya berorientasi pada aspek akademik semata.
"Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang lebih utuh. Tidak hanya kognitif, tetapi juga menyentuh kesadaran, nilai, dan karakter peserta didik melalui kebudayaan," kata Wisnu.
Sementara itu, perwakilan Kabupaten Karanganyar, Dyna Putri menilai kolaborasi ini berpotensi memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
Ia berharap sinergi antara aset global Borobudur di Magelang dan kekayaan budaya Karanganyar dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih kompetitif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres