Tawuran Pelajar di Magelang Digagalkan Warga, 12 Remaja dan 3 Celurit Diamankan
Tiga bilah celurit berukuran besar disita petugas Polresta Magelang dari 12 remaja terduga pelaku rencana tawuran di Dusun Blongkeng, Kecamatan Ngluwar, Sabtu (1/8/2026).-HENI AGUSNINGTYAS-MAGELANG EKSPRES
NGLUWAR, MAGELANGEKSPRES.ID - Rencana tawuran berdarah antarpelajar di Dusun Blongkeng, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, berhasil digagalkan oleh warga dan aparat kepolisian pada Sabtu (1/8/2026) dini hari.
Sebanyak 12 remaja diamankan beserta barang bukti tiga bilah celurit berukuran besar sebelum bentrokan fisik pecah.
Aksi anarkistis yang diduga melibatkan dua kelompok siswa sekolah swasta asal Muntilan dan Salam tersebut bermula dari saling tantang di media sosial.
BACA JUGA:Tawuran Antar-Geng di Magelang Berawal dari Tantangan Instagram, 7 Tersangka Ditangkap
Gelagat mencurigakan kerumunan remaja ini pertama kali diendus oleh penduduk setempat sekitar pukul 01.30 WIB.
Pejabat Sementara (Ps) Kasi Humas Polresta Magelang, Ipda Ady Lilik P, membenarkan adanya pengungkapan kasus tersebut berkat respons cepat masyarakat.
"Sekitar pukul 01.30 WIB telah diamankan warga bersama Polsek Ngluwar sebanyak 12 orang yang diduga akan melaksanakan tawuran. Insiden ini berlokasi di Dusun Blongkeng," ujar Ady Lilik.
BACA JUGA:Publikasikan Makalah Tawuran, Mahasiswi Untidar Terima Beasiswa Rp 2,1 Juta dari Pemkot Magelang
Sebelum polisi tiba di lokasi, warga lebih dulu mendengar rentetan suara petasan, raungan mesin sepeda motor, dan teriakan provokatif.
Merasa curiga, massa langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengepung kerumunan, dan melapor ke Polsek Ngluwar sekitar pukul 02.00 WIB.
Mengingat sebagian besar terduga pelaku masih di bawah umur, kepolisian merahasiakan identitas mereka sesuai ketentuan undang-undang perlindungan anak.
BACA JUGA:Ketua Ormas di Purworejo Terjaring OTT KPK, Diduga Terseret Kasus Bupati Pemalang
Belasan remaja yang terdiri atas pelajar dan pemuda itu kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polresta Magelang.
Ady Lilik menyoroti betapa rentannya ruang digital dijadikan arena konsolidasi tindak kejahatan oleh kalangan remaja.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres