Dosen Untidar Ajari KWT Gandusari Magelang Olah Jamur Menjadi Produk Bernilai Ekonomi
Dosen Universitas Tidar berfoto bersama usai memberikan pelatihan pembuatan kaldu jamur kepada anggota KWT di Desa Gandusari, Bandongan, Kabupaten Magelang.-IST-MAGELANG EKSPRES
BANDONGAN, MAGELANGEKSPRES.ID — Dosen Universitas Tidar (Untidar) mendorong Kelompok Wanita Tani di Desa Gandusari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, mengolah jamur menjadi kaldu alami tanpa tambahan monosodium glutamat atau MSG.
Edukasi tersebut diberikan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Selasa (28/7/2026). Selain praktik pembuatan kaldu jamur, peserta mendapat pembekalan mengenai analisis kelayakan usaha.
Tim pengabdian terdiri atas Nabila Faradina Iskandar MSc, Dwitya Kurniati MSc, Naufal Afif MSc, dan Arum Safriana Dewi MSc. Kegiatan itu menjadi upaya meningkatkan nilai tambah produk pertanian sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.
BACA JUGA:Dosen Untidar Latih Karang Taruna Pagersari Olah Minyak Jelantah Menjadi Sabun
Ketua tim pengabdian, Nabila Faradina Iskandar mengatakan, perguruan tinggi memiliki peran dalam membantu masyarakat mengembangkan produk yang sehat dan bernilai ekonomi.
“Kegiatan pengabdian ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat,” kata Nabila.
Menurut dia, pengolahan jamur menjadi kaldu alami dapat menjadi salah satu alternatif usaha bagi masyarakat. Produk tersebut diharapkan memiliki prospek pasar apabila dikembangkan secara konsisten.
“Kami berharap masyarakat dapat mengembangkan usaha berbasis potensi lokal yang sehat sekaligus memiliki prospek ekonomi,” ujarnya.
BACA JUGA:UNTIDAR Perkuat Kompetensi Guru Yayasan Arrosyidin melalui Program School Capacity Building
Kegiatan diikuti 30 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Permai Tani dan Ngrejekeni. Para peserta mempelajari tahapan pengolahan jamur menjadi kaldu alami tanpa tambahan MSG.
Materi pembuatan produk disampaikan Nabila yang merupakan dosen Teknologi Pangan Untidar.
Peserta juga mencicipi kaldu jamur yang telah dibuat untuk mengenali rasa dan potensinya sebagai produk komersial.
BACA JUGA:Untidar Bantu Petani Secang Magelang dengan Mesin Perontok Padi Modern
Selain teknik produksi, peserta dibekali pengetahuan mengenai perhitungan biaya dan keuntungan usaha. Materi tersebut disampaikan dosen Akuntansi Untidar, Naufal Afif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres