Di Magelang, Anggota DPR Vita Minta BPOM Berperan Awasi Dapur MBG dari Bahan Baku hingga Makanannya

Di Magelang, Anggota DPR Vita Minta BPOM Berperan Awasi Dapur MBG dari Bahan Baku hingga Makanannya

Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina bersama BBPOM di Semarang dan TP PKK Kabupaten Magelang mengedukasi kader PKK tentang keamanan pangan, Selasa, 4 Agustus 2026.-TORA AKBAR-MAGELANG EKSPRES

MUNGKID, MAGELANGEKSPRES.ID — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) didorong mengawasi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak pemilihan bahan baku hingga makanan dibagikan. Pengawasan menyeluruh dinilai penting untuk mencegah keracunan pangan.

Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina mengatakan, keamanan pangan perlu dijaga pada seluruh tahapan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari pengadaan bahan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi.

“Kasus keracunan dalam program MBG menjadi perhatian bersama. Sejak awal kami mendorong agar BPOM ikut masuk dalam pengawasan SPPG,” kata Vita di Kabupaten Magelang, Selasa, 4 Agustus 2026.

BACA JUGA:Pemkot Magelang Bawa Edukasi Antikorupsi hingga Tingkat RT, Warga Diajak Mengawasi

Menurut dia, keterlibatan BPOM diperlukan agar risiko keamanan pangan dapat diketahui sebelum makanan sampai kepada penerima manfaat.

Pengawasan, lanjut Vita, tidak cukup dilakukan ketika muncul kasus. Pencegahan harus dimulai dari bahan pangan yang digunakan dan cara makanan diolah di setiap dapur MBG.

“Keamanan pangan harus diawasi mulai dari pemilihan bahan makanan, proses pengolahan, hingga makanan siap dikonsumsi,” ujarnya.

BACA JUGA:Komisi III DPRD Purworejo Minta PAD Dioptimalkan, Banyak Potensi Belum Tergarap Maksimal

Selain mendorong pengawasan dapur MBG, Komisi IX DPR RI menggandeng Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang serta Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang untuk mengedukasi masyarakat.

Kader PKK diperkenalkan pada metode Cek KLIK BPOM, meliputi pemeriksaan kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa. Mereka juga dilatih menggunakan aplikasi BPOM Mobile untuk memeriksa legalitas produk pangan dan obat.

Vita berharap pengetahuan tersebut diteruskan kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap ibu-ibu PKK ikut memberikan edukasi kepada masyarakat terkait keamanan pangan agar makanan yang dikonsumsi aman dan kesehatan tetap terjaga,” kata dia.

BACA JUGA:Gandeng SMA Taruna Nusantara, SDN Rejowinangun Selatan 2 Magelang Perkuat Kedisiplin Siswa

Kepala BBPOM di Semarang Rustiawaty mengatakan, pelatihan keamanan pangan telah diberikan kepada pengelola SPPG, penyedia makanan, sekolah, dan posyandu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait