Lima Pasangan Suami Istri Adu Kekuatan di Pilkades Kabupaten Magelang 2026, Tersebar di Lima Desa
Kepala Dispermades Kabupaten Magelang Margono menyebut ada 5 pasangan suami istri yang akan menjadi lawan Pilkades serentak tahun ini.-HENI AGUSNINGTYAS-MAGELANG EKSPRES
MUNGKID, MAGELANGEKSPRES.ID – Lima pasangan suami istri ikut meramaikan bursa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Magelang 2026.
Mereka mencalonkan diri di lima desa, yakni Gunungsari, Kecamatan Windusari; Sidomulyo, Kecamatan Secang; Keditan, Kecamatan Ngablak; dan Balekerto serta Mangli di Kecamatan Kaliangkrik.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Magelang Margono membenarkan munculnya fenomena pasangan suami istri dalam kontestasi politik tingkat desa itu.
"Yang suami istri ada di lima desa,” kata Margono saat ditemui di kantornya, Kamis (13/8/2026).
BACA JUGA:Perkuat Sektor Pertanian, Polbangtan Kementan Libatkan Alumni Lintas Generasi
Kehadiran lima pasangan itu menjadi warna tersendiri dalam Pilkades serentak tahun ini.
Namun, tingginya minat pencalonan di lima desa berbanding terbalik dengan kondisi di sejumlah wilayah lain.
Dari 49 desa yang menggelar Pilkades reguler, sebanyak 14 desa harus memperpanjang masa pendaftaran karena belum memiliki sedikitnya dua bakal calon.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dispermades Kabupaten Magelang Afip Sularso mengatakan, pihaknya masih memantau perkembangan pendaftaran di desa-desa itu.
BACA JUGA:Sepiring MBG dan Rasa Waswas Siswa SMPN 3 Candimulyo Setelah 26 Anak Mengeluh Sakit
Menurut dia, bakal calon biasanya memilih menyerahkan berkas mendekati batas akhir pendaftaran.
“Biasanya memang ada yang mendaftar di detik-detik terakhir, bahkan jam-jam terakhir baru daftar,” ujar Afip.
Selain memantau jumlah pendaftar, pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Magelang juga menaruh perhatian pada keamanan selama tahapan Pilkades.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Magelang Sholeh mengatakan, personel Perlindungan Masyarakat (Linmas) telah mendapat pembekalan, terutama di wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres