Dari WhatsApp ke Pasar Digital, Dosen STMIK Bina Patria Bantu Tas JoGie Go Digital

Dari WhatsApp ke Pasar Digital, Dosen STMIK Bina Patria Bantu Tas JoGie Go Digital

PENDAMPINGAN. Dosen STMIK Bina Patria bersama pemilik UMKM Toekang Njaet Tas JoGie, Abdul Cholik, memperlihatkan produk digital pemasaran produk tas custom di Desa Srumbung, Kabupaten Magelang.-IST-MAGELANG EKSPRES

SRUMBUNG, MAGELANGEKSPRES.ID - Berawal dari pemasaran dari mulut ke mulut dan mengandalkan WhatsApp pribadi, UMKM Toekang Njaet Tas JoGie milik Abdul Cholik di Dusun Wates, Desa Srumbung, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, kini mulai berbenah menuju pemasaran digital.

Transformasi tersebut dilakukan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang dilaksanakan dosen STMIK Bina Patria pada Juli hingga Agustus 2026.

Mengusung tema Pendampingan Transformasi Digital Pemasaran UMKM Tas Custom untuk Peningkatan Daya Saing Produk, program ini mendapat pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026.

BACA JUGA:Untidar Edukasi Pelajar dan Guru SMA Magelang soal Bank Emas Syariah

Tim pengabdian diketuai Wahyu Priyoatmoko, M Kom dengan anggota Kanafi, MKom dari STMIK Bina Patria serta Fauziah Eka Permadani, SE ME dari Universitas Tidar (Untidar).

Kegiatan turut melibatkan mahasiswa Putra Helmi Ibnu Hakiki dan Winda Anggraeni.

Selama ini, pemasaran Tas JoGie masih banyak mengandalkan pelanggan lama, kenalan, dan komunikasi melalui WhatsApp.

BACA JUGA:Gerak Cepat Mentan Amran Kirim Bantuan Pangan 75,4 milyar untuk bencana di NTT

UMKM tersebut juga belum memiliki katalog digital serta belum optimal memanfaatkan media sosial dan marketplace.

Kondisi itu membuat produk tas custom karya JoGie belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Melihat kondisi tersebut, tim PkM tidak sekadar mengajarkan cara membuat akun media sosial.

Mitra justru didampingi dari hulu hingga hilir, mulai dari memotret produk menggunakan kamera ponsel, membuat video pendek, menyusun katalog digital, hingga memanfaatkan media sosial dan marketplace sebagai kanal pemasaran.

BACA JUGA:Tanggap Bencana Gempa Bumi Flores NTT, BRI Peduli Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak

Materi fotografi juga diberikan secara praktis, seperti pengaturan komposisi, pencahayaan, sudut pengambilan gambar, pembuatan video pendek, hingga editing sederhana agar produk terlihat lebih menarik saat dipasarkan secara daring.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: