Aneh! Penyebab Keracunan Puluhan Siswa SMPN 3 Candimulyo karena Bakteri yang Biasa Bersarang di Kulit Manusia

Aneh! Penyebab Keracunan Puluhan Siswa SMPN 3 Candimulyo karena Bakteri yang Biasa Bersarang di Kulit Manusia

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang Lies Pramudiyanti mengungkap fakta mengejutkan, jika penyebab keracunan MBG di Candimulyo diduga karena bakteri yang biasa bersarang di kulit manusia.-HENI AGUSNINGTYAS-MAGELANG EKSPRES

CANDIMULYO, MAGELANGEKSPRES.ID - Dua jenis bakteri, yakni Staphylococcus aureus (Staph) dan Bacillus cereus, teridentifikasi sebagai pemicu keracunan massal menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 3 Candimulyo, Kabupaten Magelang.

Yang mengherankan, karena satu dua bakteri yang diduga bersarang di menu MBG tersebut, lazimnya muncul di hidung atau kulit manusia.

Meski demikian, buntut temuan membahayakan tersebut, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giyanti selaku penyedia MBG tersebut ditutup sementara.

BACA JUGA:Sembilan Siswa SMPN 3 Candimulyo Sudah Pulang, Bupati Magelang Tetap Evaluasi Tata Kelola MBG

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magelang Lies Pramudiyanti mengungkapkan, bakteri itu ditemukan dari hasil uji Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pengujian menyasar sampel muntahan para korban dan sisa makanan MBG SMPN 3 Candimulyo.

"Kami akan melakukan penyelidikan epidemiologi untuk tahu titik lemahnya di mana," ujar Lies.

Ia belum dapat menyimpulkan secara pasti dari mana kontaminasi bakteri tersebut bermula.

BACA JUGA:Sepiring MBG dan Rasa Waswas Siswa SMPN 3 Candimulyo Setelah 26 Anak Mengeluh Sakit

Sejauh ini, Dinkes masih menyelidiki apakah sumbernya berasal dari buruknya higienitas selama proses memasak atau akibat kondisi bahan baku yang sudah tidak layak konsumsi.

Namun, Lies mengakui bahwa kontaminasi bakteri Staphylococcus aureus pada bahan pangan terbilang tidak lazim.

Sebab, bakteri jenis ini umumnya hidup di permukaan kulit atau hidung manusia, dan baru memicu infeksi jika masuk melalui lapisan kulit yang terbuka akibat luka atau gesekan.

"Kebanyakan memang akibat E.coli (Escherichia coli)," tuturnya membandingkan kasus keracunan makanan pada umumnya.

BACA JUGA:Update Dugaan Keracunan MBG di Candimulyo Magelang, 24 Siswa Dirawat

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Magelang, insiden pada 7 Agustus 2026 itu mengakibatkan 28 orang mengalami gejala keracunan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait