Pulihkan Trauma KDRT, Dosen Untidar Ajak Penyintas di Magelang Katarsis Lewat Terapi Seni

Pulihkan Trauma KDRT, Dosen Untidar Ajak Penyintas di Magelang Katarsis Lewat Terapi Seni

Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Tidar (Untidar) berkolaborasi dengan LSM Sahabat Perempuan menggelar lokakarya pemulihan psikologis melalui pendekatan terapi seni yang humanis.-IST-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Luka batin akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sering kali meninggalkan trauma mendalam yang meruntuhkan kepercayaan diri korbannya.

Berangkat dari realitas tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Tidar (Untidar) berkolaborasi dengan LSM Sahabat Perempuan menggelar lokakarya pemulihan psikologis melalui pendekatan terapi seni yang humanis.

Kegiatan bertajuk “Bangkit dan Berharga: Penguatan Self-Esteem Perempuan Penyintas Kekerasan” ini digelar secara intim di Kantor LSM Sahabat Perempuan, Kabupaten Magelang, Senin (20/7/2026).

BACA JUGA:Tembus Bursa Kerja Global, Dosen Untidar Magelang Latih Siswa SMK Secang Optimasi LinkedIn

Ruangan tersebut sengaja disulap menjadi ruang aman (safe space) bagi para penyintas untuk saling merangkul, menguatkan, dan mengekspresikan emosi yang selama ini terpendam.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Untidar, Siti Nurhidayah, M.A., hadir langsung sebagai narasumber utama untuk membedah pentingnya merekonstruksi kembali harga diri (self-esteem) pascatrauma.

"Langkah pertama untuk bangkit adalah menyadari kembali bahwa diri mereka sangat berharga. Kekerasan yang mereka alami di masa lalu sama sekali tidak mendefinisikan nilai mereka sebagai seorang manusia seutuhnya," kata Siti Nurhidayah di sela-sela pemaparan materinya.


Para perempuan penyintas KDRT menuangkan ekspresi emosional melalui terapi seni melukis tas kanvas dalam lokakarya yang diinisiasi Untidar dan LSM Sahabat Perempuan-IST-MAGELANG EKSPRES

BACA JUGA:Perkuat Produksi Nasional, Kementan Dorong Peningkatan Indeks Pertanaman di Lahan Oplah dan CSR

Dalam sesi edukatif tersebut, para penyintas diajak memetakan kembali potensi diri dan diajarkan cara merawat kesehatan mental guna menumbuhkan persepsi positif terhadap diri sendiri.

Setelah sesi afirmasi psikologis rampung, pendekatan dilanjutkan dengan praktik melukis di atas media tas kanvas (tote bag).

Para perempuan tangguh ini diberikan kebebasan mutlak untuk memvisualisasikan segala bentuk perasaan, harapan, hingga kerasnya proses perjalanan emosional mereka ke dalam paduan warna.

"Kami sengaja memilih media lukis sebagai sarana katarsis. Sering kali, trauma itu terlalu kelam dan rumit jika hanya diungkapkan lewat kata-kata. Lewat goresan kuas di atas kanvas, mereka bisa melepaskan beban emosi itu dengan cara yang jauh lebih menenangkan," papar akademisi bergelar Magister Arts tersebut menjelaskan efektivitas metode terapinya.

BACA JUGA:Cegah Tawuran dan Bullying, DPMP4KB dan Polres Magelang Kota Turun Gunung Edukasi Pelajar SMPN 8

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait