Tradisi Peziarah Jalan Kaki dari Lereng Sumbing ke Makam Mbah Kiai Mangli
JALAN KAKI. Mursini (55) dan Mustakimah (53) bersama rombongannya saat menyusuri jalan di wilayah Kecamatan Bandongan, Rabu (23/9/2026).-TORA AKBAR-MAGELANG EKSPRES
BANDONGAN, MAGELANGEKSPRES.ID - Setiap Rabu Pon, warga Bandongan dan sekitarnya sudah akrab dengan pemandangan barisan pejalan kaki di siang bolong. Panas terik yang menyengat rupanya tak menyurutkan langkah demi langkah yang mereka tempuh.
Salah satu dari rombongan pejalan kaki tersebut adalah Mursini (55) dan Mustakimah (53).
Berbekal tas berisi mukena, pakaian ganti, dan perlengkapan ibadah, warga asal Sutopati, Kecamatan Kajoran, ini melangkah menyusuri jalanan bersama ribuan peziarah lainnya yang bermukim di lereng Gunung Sumbing.
BACA JUGA:13 Posisi Camat Kabupaten Magelang Digeser Bupati Grengseng, Ini Daftar Nama dan Jabatan Barunya
Tujuan utama dari perjalanan panjang puluhan kilometer tersebut adalah Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo. Mereka melaksanakan tradisi ngalap berkah ke makam ulama karismatik, almarhum Mbah Kiai Mangli, yang rutin digelar setiap penanggalan Jawa, Kamis Wage.
Meski sarana transportasi seperti bus maupun sepeda motor tersedia, para peziarah ini tetap memilih gigih berjalan kaki dengan menempuh jarak hingga 24 kilometer.
Bagi mereka, ini bukan sekadar perjalanan fisik semata, melainkan sebuah ritual spiritual dan tradisi turun-temurun.
BACA JUGA:Bupati Purworejo Ajukan RAPBD 2027 Rp2,6 Triliun, DPRD Beri Masukan Konstruktif
Mursini menyebutkan bahwa perjalanan ini merupakan bentuk rasa syukur yang sudah mendarah daging bagi warga di sekitar Gunung Sumbing hingga wilayah Kabupaten Wonosobo.
"Memang berangkat sengaja jalan kaki. Kalau dikata capek, itu capeknya terbayarkan kalau ketemu sesama peziarah di jalan. Bahkan, saya pernah bertemu dengan jemaah yang jalan kaki dari Wonosobo," kata Mursini ramah saat beristirahat sejenak di pinggir jalan.
Perjalanan spiritual ini merupakan agenda rutin yang diikuti Mursini, di mana tahun ini menjadi kali kelima baginya.
BACA JUGA:Transformasi Posyandu 6 SPM, Walikota Magelang Minta Kader Jadi Penghubung Layanan Warga
Rombongan biasanya bertolak dari rumah sekitar pukul 07.00 hingga 08.00 pagi dengan target tiba di lokasi makam pada sore hari menjelang pukul 17.00 WIB.
Pengalaman serupa turut dirasakan oleh Mustakimah. Menurutnya, pemilihan waktu keberangkatan sangat penting agar perjalanan yang panjang terasa lebih nyaman dan aman dari gangguan lalu lintas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres

