Berkah Kamis Wage, Kedatangan Jamaah Dongkrak Dagangan Warga Mejing Candimulyo Magelang

Berkah Kamis Wage, Kedatangan Jamaah Dongkrak Dagangan Warga Mejing Candimulyo Magelang

Warsi (53) sedang meracik lotek di kawasan Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.-TORA AKBAR-MAGELANG EKSPRES

CANDIMULYO, MAGELANGEKSPRES.ID - Kedatangan ribuan jamaah dari kaki Gunung Sumbing menuju pengajian selapanan Kamis Wage di Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang, turut membawa berkah bagi pelaku UMKM setempat.

Pengajian tersebut berlangsung pada Kamis, 24 September 2026. Ramainya jamaah dari berbagai daerah membuat aktivitas perdagangan di sekitar lokasi meningkat dibandingkan hari biasa.

Para pedagang mulai merasakan peningkatan pembeli sejak rombongan peziarah berjalan kaki berdatangan pada Rabu pagi.

BACA JUGA:Tradisi Peziarah Jalan Kaki dari Lereng Sumbing ke Makam Mbah Kiai Mangli

Jamaah ramai mendatangi warung makan milik Warsi (53) untuk mencari makanan selama perjalanan maupun setelah mengikuti pengajian.

"Kalau acara Kamis Wage modalnya lebih banyak. Soalnya buat persiapan hari h acara yang jumlah pembelinya lebih banyak juga dari hari biasa, alhamdulillah para jamaah banyak yang beli," ujar Warsi.

Warsi membuka warungnya sejak pukul 07.30 WIB. Saat Kamis Wage, sejumlah menu lebih cepat habis. Salah satunya telur dadar yang menjadi makanan yang banyak dibeli jamaah.

BACA JUGA:Terduga Pelaku Penyerangan Guru di Kajoran Magelang Ternyata Anak di Bawah Umur

Peningkatan aktivitas juga dirasakan Ahmad Syafruddin (49), pemilik booth es teh dan pecel lele di sekitar lokasi pengajian.

Ia menyebut kedatangan jamaah sejak Rabu membuat waktu berjualan menjadi lebih panjang.

"Dampaknya bagi UMKM lumayan drastis. Jamaah yang jalan kaki itu dari Rabu pagi sudah ada yang datang, terus sampai malam. Kalau pecel lele ini baru buka belum lama tapi yang cukup banyak yang beli tapi kalau yang booth es teh itu bisa sampe 24 jam nonstop khusus buat acara Kamis Wage," tuturnya.

BACA JUGA:Borobudur100 di Magelang Targetkan Donasi Rp768 Juta untuk Penyandang Cerebral Palsy

Tak hanya pedagang makanan dan minuman, ramainya jamaah juga membuka peluang pendapatan tambahan bagi warga lewat pengelolaan parkir kendaraan.

Pemuda karang taruna dan masyarakat sekitar turut mengatur kendaraan jamaah yang datang ke lokasi.

Di luar aktivitas ekonomi, kedatangan peziarah juga memperkuat budaya gotong royong warga Mejing.

BACA JUGA:Tolak Tambang Pasir PT Anaba, Warga Sambeng Borobudur Kibarkan 355 Bendera Setengah Tiang

Sejumlah warga menyediakan tempat singgah bagi peziarah yang menempuh perjalanan dengan berjalan kaki dari daerah asal mereka.

"Jamaah yang jalan kaki biasanya disediakan tempat sama warga sekitar, jadi misalkan tidur di teras rumah. Terus dari kampung juga mereka menyediakan kayak sedekah seperti dikasih tempat istirahat bahkan ada yang dikasih makan juga," tambah Ahmad.

Tradisi pengajian selapanan yang berlangsung setiap 35 hari sekali itu akhirnya tidak hanya menjadi ruang berkumpulnya jamaah dari berbagai daerah.

BACA JUGA:11.000 Peserta Ramaikan Jalan Sehat Bank Bapas 69 Magelang, Lima Warga Bawa Pulang Mobil

Bagi warga Mejing, kedatangan mereka juga menjadi kesempatan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi sekaligus mempertahankan budaya berbagi kepada para peziarah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait