Guru Korban Penganiayaan di Kajoran Magelang Dikenal Baik, Pernah Beri Bekal Siswa
ILUSTRASI. Sosok guru bersama siswa di lingkungan sekolah. AL/MAGELANGEKSPRES --
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Guru yang menjadi korban penganiayaan di Desa Sambak, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Enjang (29) dikenal sebagai sosok yang lembut dan peduli kepada siswa.
Ia disebut tidak pernah membentak atau memarahi anak didiknya dengan cara kasar.
Kepala sekolah tempat Enjang mengajar, Eni Nurhitah Asfianti, mengatakan korban merupakan guru yang disukai anak-anak.
Sikapnya ketika menegur siswa juga selalu disampaikan dengan tutur kata yang halus.
BACA JUGA:Tawarkan Beasiswa Ratusan Juta, SMP Mutual Kota Magelang Catat 130 Pendaftar Inden
“Tidak pernah Bu Enjang itu bentak-bentak kasar atau marah-marah. Setiap mengingatkan anak beliau selalu dengan tutur kata yang halus. Ya sewajarnya seorang guru menegur anak didik ketika melakukan kesalahan,” kata Eni, Rabu (30/10/2026).
Salah satu siswa yang pernah mendapat perhatian Enjang adalah D (15), yang kini menjadi terduga pelaku penganiayaan terhadap gurunya tersebut.
Eni mengatakan, Enjang bahkan pernah berbagi bekal ketika D tidak membawa makanan ke sekolah.
“Bu Enjang itu guru yang baik hati. Beliau bahkan pernah berbagi bekal ke anak itu. Karena saat itu ia tidak membawa bekal ke sekolah,” tandasnya.
BACA JUGA:Tiap Tahun Kota Magelang Sudah Seperti Kota di Jepang Berkat Tabebuya yang Mirip Sakura
Menurut Eni, sekolah juga telah memberikan perhatian kepada D melalui pembinaan karakter, sikap, dan adab.
Enjang sebagai guru yang menangani bidang kesiswaan juga cukup sering berinteraksi dengan siswa tersebut.
Sekolah, lanjut Eni, memiliki keterbatasan dalam mengawasi siswa karena waktu pembelajaran hanya berlangsung sampai siang. Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di luar jam dan lingkungan sekolah.
“Kami punya keterbatasan waktu dalam mengontrol anak. Jam sekolah hanya dari pagi sampai bakda duhur. Karena itu kami mengajak kepada para orang tua siswa untuk semakin mempererat kerja sama agar anak-anak tidak terjerumus pada kegiatan yang tidak baik,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

