Mewaspadai Bahaya Demam Berdarah Dengue

Mewaspadai Bahaya Demam Berdarah Dengue

-FOGGING. Salah satu petugas sedang melakukan fogging untuk membasmi nyamuk.-

MAGELANGEKSPRES - Akhir-akhir ini wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin merebak. Beberapa daerah di Indonesia kasus DBD semakin meningkat. Sampai pertegahan tahun 2024, kasus DBD kembali mengalami kenaikan mencapai 119.709 kasus.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan total kasus DBD pada 2023 yang mencapai 114.720 kasus. Tercatat dengan 621 kasus kematian di Indonesia. Kasus DBD di Jawa Tengah periode Januari – Maret 2024 sebanyak 4.403 kasus dengan 115 kematian. 

Kasus DBD tahun 2024 lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama. Daerah Kota Magelang Sejak Februari sampai Mei 2024, sudah 18 orang terdiagnosis positif DBD.

Faktor penyebabnya salah satunya adalah anomali cuaca yang menyebabkan  musim hujan yang terjadi cukup panjang. Musim hujan dengan waktu yang panjang sekarang ini yang menyebabkan kasus DBD meningkat. Nyamuk yang menjadi vektor penyakit DBD yaitu dari jenis Aedes Aegypti.

Nyamuk ini berkembang biak di air bersih yang menggenang. Tempat yang banyak dijumpai di lingkungan kita adalah, bak penampungan air, tempat minum burung, kaleng, atau ban bekas yang berisi air, pot bunga dan lain-lain.

BACA JUGA:Lagi! Kota Magelang dapat Penghargaan Terbaik Ketiga Kontribusi Penyelengaraan JKN Tingkat Jateng

Gejala umumnya muncul setelah masa inkubasi virus, yaitu 4–10 hari setelah digigit nyamuk. Gejala utama demam berdarah adalah demam tinggi secara tiba-tiba yang bisa mencapai 40°C atau lebih. Selain demam, ada beberapa gejala DBD lain yang juga sering terjadi, yaitu:

  • Sakit kepala berat
  • Nyeri pada sendi, otot, dan tulang
  • Nyeri di bagian belakang mata
  • Lemas dan hilang nafsu makan
  • Mual atau muntah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Ruam atau bintik kemerahan (muncul sekitar 2–5 hari setelah demam)

BACA JUGA: Festival Petik Kopi di Temanggung, Petani Diminta Tingkatkan Kualitas

Gejala di atas umumnya mereda kurang dari 1 pekan, tetapi bisa juga berlangsung sampai 10 hari. Setelah itu, gejala bisa berkembang dan memburuk. Biasanya, perburukan gejala terjadi antara hari ke–3 hingga hari ke7 setelah gejala muncul.

Demam dapat turun hingga suhu mencapai 37,5–38°C selama 1–2 hari, kemudian akan kembali naik pada hari berikutnya. Pola ini disebut sebagai demam pelana. Banyak yang mengira bahwa penurunan demam adalah tanda-tanda kesembuhan.

Ditambah lagi, kebanyakan pasien DBD akan merasa seperti sudah sembuh pada fase ini. Padahal, ia harus diawasi lebih ketat karena pada fase ini risiko terjadinya perdarahan dan kebocoran pembuluh darah justru meningkat.

BACA JUGA:Makin Responsif, Pelayanan PDAM Kota Magelang Dapat Apresiasi Sebagian Warga

Berikut ini adalah gejala DBD yang menandakan bahaya dan harus diwaspadai:

  • Sakit perut tak tertahankan
  • Muntah-muntah
  • Perdarahan, seperti gusi berdarah atau mimisan
  • Terdapat darah pada urine, tinja, atau muntah
  • Perdarahan di bawah permukaan kulit yang tampak seperti memar
  • Lemas atau lelah
  • Gelisah
  • Napas yang pendek atau cepat
  • Kaki dan tangan dingin, basah, dan pucat

Periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak Anda mengalami demam tinggi mendadak, terutama jika disertai gejala lain dari demam berdarah dan jika ada banyak orang di sekitar Anda yang mengalami demam berdarah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: