Prof Yun Dikukuhkan, Unimma Kini Punya Dua Guru Besar

Prof Yun Dikukuhkan, Unimma Kini Punya Dua Guru Besar

PENGUKUHAN. Dosen Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Yun Arifatul Fatimah resmi dikukuhkan Guru Besar Unimma, kemarin.-HENI AGUSNINGTYAS-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) resmi mengukuhkan Yun Arifatul Fatimah sebagai Guru Besar dalam bidang Sustainable Manufacturing.

Pengukuhan digelar Selasa (27/5) di Aula Kampus 1 Unimma, Kota Magelang.

Prof Yun merupakan dosen Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik.

BACA JUGA:Prof Purwati Jadi Guru Besar Kedua Unimma

Dengan pengukuhan ini, Unimma kini memiliki dua guru besar aktif.

Rektor Unimma, Dr Lilik Andriyani berharap, capaian ini menjadi pemacu semangat seluruh sivitas akademika untuk terus mengembangkan keilmuan.

"Setiap dosen memiliki spesialisasi yang unik dan berdampak. Keilmuan Prof Yun, khususnya di bidang keberlanjutan, sangat relevan dengan tantangan lingkungan di Magelang dan sekitarnya. Kami siap mendorong kolaborasi riset yang solutif bagi masyarakat," ujarnya.

BACA JUGA:Sigit Priyanto Jadi Doktor Ketujuh UNIMMA, Sukses Kembangkan Model Promosi Kesehatan untuk Lansia Diabetes

Lilik berharap, hasil riset para dosen Unimma, termasuk Prof Yun, dapat berkontribusi nyata dalam penyelesaian persoalan-persoalan lokal di Kota dan Kabupaten Magelang.

"Sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA), kami ingin kehadiran Unimma memberi dampak langsung bagi lingkungan sekitarnya," imbuhnya.

Dalam orasi ilmiah berjudul "Sustainable and Intelligent Circular Economy in the Era of Industry 5.0: Integrasi Sains, Teknologi, Etika, dan Estetika Lingkungan", Prof Yun memaparkan refleksi akademik dan hasil risetnya selama dua dekade terakhir.

BACA JUGA:Wisuda ke-83 UNIMMA: Lahirkan Lulusan Tangguh Hadapi Tantangan Global

Ia menyoroti perlunya transformasi sistem secara menyeluruh untuk menjawab tantangan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), terutama dalam isu lingkungan dan keberlanjutan.

"Isu sustainability bukan lagi sekadar wacana, namun panggilan mendesak untuk bertindak. Dunia membutuhkan sistem yang regeneratif, inklusif, dan adil," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait