Dua Mahasiswa UNIMMA Raih Penghargaan Internasional di Yogyakarta

Dua Mahasiswa UNIMMA Raih Penghargaan Internasional di Yogyakarta

INTERNASIONAL. Mahasiswa UNIMMA, Muhammad Iqbal Fanani dari FKIP serta Najmah Nafisah dari FAI berhasil meraih penghargaan tingkat internasional yakni Best Use of Data Rank 1 dalam ajang Ahmad Dahlan International Youth Camp (ADIYC) 2025.-IST-MAGELANG EKSPRES

MAGELANGEKSPRES.ID - Dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menorehkan prestasi di tingkat internasional.

Muhammad Iqbal Fanani dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Najmah Nafisah dari Fakultas Agama Islam (FAI) berhasil meraih penghargaan Best Use of Data Rank 1 dalam ajang Ahmad Dahlan International Youth Camp (ADIYC) 2025.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Mahasiswa (Puspresma) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

BACA JUGA:UNIMMA Wisuda 494 Lulusan, 179 Raih Predikat Cumlaude

Acara berlangsung di Yogyakarta, Selasa hingga Kamis (28-30/10), dengan tema “Empowering Global Youth Leadership for Sustainable Futures.”

Sebanyak 770 mahasiswa dari berbagai negara mengikuti kegiatan tersebut, antara lain dari Indonesia, China, Ghana, Kenya, Korea, Malaysia, Mesir, Myanmar, Pakistan, Thailand, Timor Leste, dan Yaman.

ADIYC bertujuan membentuk kepemimpinan global dan kolaborasi lintas budaya melalui aktivitas experiential learning, survival life, dan forum diskusi.

BACA JUGA:UNIMMA Hadirkan Pakar Dunia untuk Atasi Sampah Indonesia

Sebelum mengikuti kegiatan, setiap peserta wajib mengirimkan esai sebagai tahap seleksi awal.

Iqbal menulis esai berjudul “CERDAS PEDULI: A Digital Guidance and Counseling Media to Prevent Sexual Violence in Elementary School Children”.

Sedangkan Najmah mengajukan karya “MBG-Based Health Development: A Health Optimization Strategy to Improve Community Welfare Through School Health Units.”

BACA JUGA:Guru Besar UNIMMA Masuk Daftar Ilmuwan Paling Berpengaruh

Selama kegiatan, keduanya mengikuti tujuh sesi Focus Group Discussion (FGD) yang menilai kemampuan analisis data, berpikir kritis, dan presentasi.

Dari proses itu, mereka memperoleh penghargaan tertinggi untuk kategori penggunaan data.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait