Walikota Magelang Puji Warga, Bank Sampah Sukses Reduksi Sampah dari Hulu Sampai 10 Persen

Walikota Magelang Puji Warga, Bank Sampah Sukses Reduksi Sampah dari Hulu Sampai 10 Persen

BERI PUJIAN. Walikota Magelang Damar Prasetyono tak sungkan memuji warganya yang secara sadar aktif terlibat dalam bank sampah dan kampung organik-IST-MAGELANG EKSPRES

MAGELANGEKSPRES.ID - Partisipasi aktif warga dalam mengelola sampah domestik di tingkat hulu dinilai menjadi benteng pertahanan krusial di tengah krisis kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) di Kota Magelang.

Walikota Magelang Damar Prasetyono bahkan menyebut, para pengurus kampung organik dan bank sampah di tingkat RT/RW adalah pahlawan lingkungan.

Menurut Damar, ketekunan masyarakat yang konsisten menghidupkan ekosistem bank sampah dan kampung organik harus mendapat apresiasi.

BACA JUGA:DLH Kota Magelang Dorong Bank Sampah di Setiap RW, Perkuat Prodamai

Sebab, karena mereka, kini ada solusi sederhana menanti kesiapan infrastruktur tempat pengelolaan sampah akhir (TPSA) Regional di Bandongan, dan TPST di Bojong Kota Magelang.

Damar berharap keberadaan bank sampah dan kampung organik dapat distandardisasi dan diterapkan secara masif di 1.032 rukun tetangga (RT) dan 192 RW se-Kota Magelang.

”Keberadaan mereka sangat berarti, terlebih untuk mengatasi beban TPSA Banyuurip yang kini sudah overload. Sembari menunggu TPST Regional di Bandongan dan TPST Bojong, peran warga di hulu adalah kunci,” kata Damar, Senin (2/1).

BACA JUGA:Pesta Miras Berujung Pembacokan di Kota Magelang, Satu Pelaku Berhasil Diringkus

Pemkot Magelang sendiri tengah berpacu dengan waktu menanti operasional TPST Regional di Bandongan, Kabupaten Magelang, yang ditargetkan rampung pada 2027.

Infrastruktur ini diproyeksikan menampung sampah lintas wilayah dari kota dan kabupaten.

Di sisi internal, rencana pengelolaan sampah di kawasan Bojong masih dalam tahap kajian mendalam.

BACA JUGA:Kota Magelang Masih Punya 1.200 RTLH, 2026 Ditarget Tuntas

Damar menyebutkan, pihaknya sedang menghitung model pengelolaan yang paling rasional, baik dari aspek teknis teknologi maupun kemampuan pembiayaan daerah.

”Konsepnya jelas, sampah di Bojong harus selesai di tempat. Tidak lagi sekadar menumpuk, tetapi dipilah dan dimanfaatkan melalui teknologi pengolahan,” tutur Damar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait