PDAM Kota Magelang Berani Beri Apresiasi Warga yang Aktif Laporkan Kebocoran Air

PDAM Kota Magelang Berani Beri Apresiasi Warga yang Aktif Laporkan Kebocoran Air

HUT PDAM. Walikota Magelang Damar Prasetyono mengapresiasi kinerja PDAM Kota Magelang, yang berani membuka semua kanal aduan, untuk mengedepankan layanan para pelanggan, Sabtu, 2 Mei 2026-IST-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Cara positif diterapkan oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Magelang. Perusahaan pelat merah tersebut justru berani memberikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif melaporkan bila terjadi gangguan atau kebocoran air di wilayahnya.

Pemberian penghargaan ini diumumkan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 PDAM sekaligus Hari Jadi ke-1120 Kota Magelang tahun 2026, Sabtu, 2 Mei 2026.

Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai perayaan seremonial, melainkan wujud strategi kolaboratif untuk menekan angka kehilangan air.

BACA JUGA:HUT Ke-47 Perumda Air Minum Kota Magelang Beri Diskon Pasang Baru Rp200 Ribu

Direktur Perumda Air Minum Kota Magelang, Ragil Budi Raharja menyadari bahwa infrastruktur perpipaan yang luas membutuhkan pengawasan ekstra dari warga.

Keterbatasan personel teknis di lapangan membuat partisipasi aktif masyarakat menjadi sangat krusial.

"Aduan pelanggan adalah wujud kepedulian yang membantu kami meminimalkan tingkat kebocoran air fisik, baik akibat pipa pecah maupun gangguan teknis lainnya. Kami memberikan penghargaan khusus bagi mereka yang proaktif melaporkan gangguan, serta apresiasi untuk pelanggan yang tertib membayar tagihan pada tanggal satu hingga lima di awal bulan," tutur Ragil.

BACA JUGA:O2SN 2026 Kota Magelang Dibatalkan Sepihak, DPRD Bakal Panggil Instansi Dinas Pendidikan

Untuk merespons tingginya partisipasi warga, PDAM menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang beroperasi 24 jam penuh.

Pola penanganan satu hari tuntas (one day service) kini diterapkan secara reguler tanpa pandang hari libur, agar setiap keluhan teknis segera teratasi.

Selain mengandalkan laporan warga, manajemen juga tengah mengebut peremajaan infrastruktur.

BACA JUGA:Tanpa Unjuk Rasa, Pekerja dan Walikota Magelang Peringati May Day dengan Bersih Lingkungan

Salah satunya melalui target penggantian sekitar 4.000 unit meteran air pelanggan per tahun, dengan prioritas pada alat ukur yang usianya sudah di atas lima tahun.

Langkah teknis ini dinilai krusial untuk memastikan keakuratan tagihan konsumen sekaligus mendeteksi kebocoran.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait