Cegah Perundungan, MPLS Tahun Ajaran Baru di Kota Magelang Usung Konsep Ramah Anak
Kepala Seksi Kurikulum Disdikbud Kota Magelang Herman Nazarudin saat diwawancara Magelang Ekspres ihwal rencana MPLS tahun ajaran baru.-ROSSA NUR AISYAH-MAGELANG EKSPRES
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Untuk mencegah terjadinya tindak perundungan di lingkungan pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang memastikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 murni mengusung konsep ramah anak.
Kepala Seksi Kurikulum Disdikbud Kota Magelang, Herman Nazarudin menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan ruang aman tanpa toleransi terhadap segala bentuk kekerasan bagi para siswa baru.
Konsep tersebut, kata dia, nantinya akan diimplementasikan secara terukur melalui program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) serta Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH).
BACA JUGA:Bantuan P2B Kementan Rp 12,5 Juta Cair, 9 Kelompok Tani Kota Magelang Wajib Belanja Mandiri
Di sisi lain, pelaksanaan penyambutan siswa baru ini juga dirancang agar sejalan dengan instruksi Walikota Magelang Damar Prasetyono. Instruksi tersebut meliputi kampanye setop boros pangan, ketahanan pangan, mitigasi perubahan iklim, hingga perwujudan sekolah aman bencana.
Kendati pedoman pelaksanaan selama lima hari telah disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), skema teknis di lapangan diserahkan sepenuhnya kepada wewenang masing-masing satuan pendidikan.
"Kebijakan soal teknis memang kami serahkan ke kepala sekolah masing-masing," ujar Herman.
BACA JUGA:Dandim Kodim 0706 Temanggung Resmi Berganti, Danrem Tekankan Sinergi demi Kesejahteraan Masyarakat
Kalau dulu sistem penerimaan diatur kaku oleh dinas, lanjutnya, kini peran pemerintah daerah hanya sebatas melakukan monitoring, pendampingan, dan pengecekan secara berkala.
Hingga saat ini, pihak dinas sejatinya belum menerbitkan regulasi teknis resmi terkait hal tersebut. Namun, sosialisasi ihwal materi dan modul dari Disdikbud Provinsi Jawa Tengah sudah mulai digulirkan ke pihak sekolah.
Pasalnya, saat ini bidang kurikulum tengah mengebut penyusunan pedoman baru yang tinggal menunggu proses pengesahan akhir dalam waktu kurang dari dua pekan.
"Kami sedang persiapan workshop kurikulum untuk satuan pendidikan. Jadi sebelum tahun ajaran baru, sekolah sudah siap melaksanakan kurikulum yang di dalamnya memuat panduan MPLS," jelasnya.
BACA JUGA:Miss Rusna: Anak Usia Dini Tak Perlu Dipaksa Calistung, Bermain Justru Jadi Kunci Tumbuh Kembang
Aturan teknis dan kurikulum tersebut, tambahnya, akan segera divalidasi oleh pengawas sebelum akhirnya disahkan secara resmi oleh dinas pendidikan untuk segera diaplikasikan pada Senin hingga Jumat mendatang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres