Warga Kampung Jambon Magelang Sulap Sungai Jadi Kolam Ikan, Panen Dibagikan Gratis
Kondisi sungai permukiman yang sukses disulap menjadi area budidaya ikan air tawar secara swadaya di Kota Magelang-SEPTIANA SYAKIRA-MAGELANG EKSPRES
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Pemanfaatan daerah aliran sungai sebagai ruang budidaya perikanan air tawar kini menjadi strategi jitu untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus merawat kebersihan lingkungan permukiman di Kota Magelang. Hasil panen yang dikelola secara komunal tersebut didistribusikan secara cuma-cuma demi memenuhi asupan protein hewani tingkat keluarga.
Ketua RT 07 RW 06 Kampung Jambon, Kelurahan Cacaban, Kecamatan Magelang Tengah, Tugimin, menyampaikan hal itu saat memaparkan keberhasilan inisiatif pelestarian sungai di wilayahnya.
"Kalau belum waktunya panen, memang tidak boleh dipancing," kata Tugimin, belum lama ini.
BACA JUGA:Bantuan P2B Kementan Rp 12,5 Juta Cair, 9 Kelompok Tani Kota Magelang Wajib Belanja Mandiri
Aturan ketat tersebut, kata dia, sengaja diterapkan agar siklus perkembangbiakan ikan nila dan ikan mas di aliran sungai itu tidak terganggu.
Panen massal, lanjutnya, biasanya diselenggarakan secara rutin setiap enam bulan sekali.
Menjelang momentum panen raya tersebut, warga akan turun langsung ke air untuk bergotong royong membersihkan badan sungai. Langkah taktis ini dilakukan agar debit air tetap lancar dan sanitasi lingkungan terjaga dengan baik.
BACA JUGA:Kota Magelang Punya 170 Bank Sampah, Sukses Ubah Pola Pikir Warga Kelola Limbah dari Hulu
Menariknya, hasil tangkapan melimpah dari perairan kampung itu sama sekali tidak dikomersialkan ke pasar.
Ia merinci, seluruh ikan murni dibagikan sebagai bentuk apresiasi kebersamaan, di mana setiap kepala keluarga rata-rata mengantongi jatah sekitar satu kilogram ikan segar.
Selain mengawasi kualitas air secara ketat, warga juga saling bahu-membahu menyuplai pakan tambahan secara swadaya.
BACA JUGA:Laptop e-Raport SDN Bandongan 3 Magelang Digondol Pencuri, Dua Pelaku Diringkus
Asupan nutrisi itu didapatkan dari pelet pabrikan maupun sisa nasi layak konsumsi rumah tangga. Pasalnya, ketersediaan pakan harian yang bergizi sangat menentukan bobot panen ikan di alam terbuka.
Menurut Tugimin, kejernihan sirkulasi air yang konsisten mengalir menjadi kunci utama keberhasilan budidaya ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres