Dramatis, Damkar Kota Magelang Bongkar Mesin Cuci demi Evakuasi Balita yang Terjepit
Anggota tim rescue Damkar Kota Magelang melakukan asesmen teknis dan pembongkaran baut tabung pengering mesin cuci saat mengevakuasi seorang balita yang terjepit di Kampung Karanggading, Magelang Selatan, Senin (6/7/2026) malam.-IST-MAGELANG EKSPRES
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Magelang kembali menunjukkan sisi lain dari tugas mereka. Tak hanya menjinakkan amukan si jago merah, para 'ksatria biru' tersebut juga kerap turun tangan menyelamatkan warga dalam situasi darurat nonkebakaran yang tak terduga.
Aksi heroik itu kali ini menyasar seorang balita berusia tiga tahun di Kampung Karanggading, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang. Bocah malang tersebut, terjebak di dalam tabung pengering mesin cuci milik keluarganya, Senin (6/7/2026) malam.
Insiden bermula ketika korban sedang asyik bermain di sekitar area mesin cuci tanpa pengawasan ketat orangtua. Korban diduga memanjat badan mesin cuci, lalu masuk ke dalam tabung pengering berdiameter sempit hingga tubuhnya terkunci dan tidak bisa keluar.
BACA JUGA:Kebakaran Hebat Hanguskan Tiga Rumah di Leksono Wonosobo, Kerugian Capai Rp 500 Juta
Sebelum menghubungi petugas, pihak keluarga bersama warga sekitar sebetulnya sudah berupaya mengeluarkan korban selama hampir satu jam. Pasalnya, upaya mandiri itu berujung buntu lantaran posisi tubuh sang anak yang benar-benar terjepit di ruang yang sangat minim.
Mendapat laporan darurat dari pihak keluarga, tim rescue Damkar Kota Magelang langsung meluncur ke lokasi kejadian.
Anggota Tim Rescue Damkar Kota Magelang, Ardhian Taufan Hidayat mengungkapkan, proses penyelamatan malam itu harus dilakukan dengan perhitungan ekstra matang.
BACA JUGA:Damkar Kota Magelang Himbau Pencegahan Kebakaran Rumah, Mulai dari Hal Ini!
Akses yang sangat sempit, kata dia, menjadi kendala utama karena hampir seluruh tubuh korban masuk ke tabung dengan posisi kedua kaki menekuk.
Kondisi psikologis anak yang terus menangis histeris, lanjutnya, kian menambah tingkat kesulitan petugas di lapangan.
"Kami harus sangat berhati-hati saat melakukan evakuasi agar korban tidak terluka," kat Ardhian.
BACA JUGA:Pabrik Polywood di Pringsurat Temanggung Terbakar, Damkar Berjibaku 3 Jam Padamkan Api
Petugas, menurutnya, langsung melakukan asesmen cepat dan memutuskan untuk membongkar bagian ring penutup tabung menggunakan obeng.
Seluruh baut dikendurkan secara perlahan guna memberikan ruang gerak yang sedikit lebih longgar bagi tubuh balita.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres