Bidik Uang Beredar Rp 3 Miliar, Magelang Fair 2026 Dipastikan Hidupkan Ekonomi Warga
Suasana kawasan Alun-alun Kota Magelang yang menjadi lokasi penyelenggaraan pameran tahunan Magelang Fair 2026, Selasa (7/7/2026).-ROSSA NUR AISYAH-MAGELANG EKSPRES
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Perhelatan tahunan Magelang Fair kembali digelar di kawasan Alun-alun Kota Magelang mulai Rabu (8/7/2026).
Ajang berskala daerah ini tidak sekadar didesain sebagai sarana hiburan musiman, tetapi juga diproyeksikan menjadi mesin penggerak ekonomi riil bagi kesejahteraan masyarakat.
Selama lima hari pelaksanaannya, agenda yang dahulu bernama Pasar Raya Magelang itu membidik perputaran uang hingga menembus angka Rp 3 miliar.
BACA JUGA:Tragis! Adu Banteng Taruna vs Pikap di Salaman Magelang, Satu Pengemudi Tewas
Target fantastis tersebut dipasang demi memberikan tetesan manfaat finansial secara langsung bagi kelangsungan usaha para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Analis Bidang Perdagangan Ahli Muda pada Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (DPPKUM) Kota Magelang, Budi Imam Hakim, mengatakan bahwa kehadiran eksibitor dan pengunjung dari luar daerah otomatis bakal menghidupkan ekosistem usaha warga.
"Mereka tentu akan menginap dan berbelanja di kota ini. Sehingga, UMKM sekitar, seperti pedagang di sentra kuliner Tuin Van Java (TVJ), otomatis ikut mencicipi dampaknya," ujar Hakim, Selasa (7/7/2026).
BACA JUGA:Dramatis, Damkar Kota Magelang Bongkar Mesin Cuci demi Evakuasi Balita yang Terjepit
Pameran tersebut, kata dia, merupakan wujud nyata perputaran ekonomi yang sengaja dirancang agar hasilnya langsung dirasakan oleh warga kelas menengah ke bawah.
Di samping mengejar omzet pedagang lewat target 40.000 kunjungan, Magelang Fair juga membawa misi literasi bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Walikota Magelang, Damar Prasetyono, mengingatkan agar warganya tidak terus-menerus bertengger di posisi konsumen maupun produsen produk konvensional.
BACA JUGA:Akademisi Untidar Magelang Soroti Transparansi Konversi Kendaraan Polri
Sebab, tren pasar yang begitu dinamis menuntut adanya inovasi di setiap level usaha komersial.
Maka dari itu, pameran ini perlahan mulai diarahkan untuk mewadahi ekosistem industri kreatif dan karya-karya mutakhir berbasis teknologi tingkat lanjut (high-tech).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres