UMKM Butuh Pasar, BBGRM Jurangombo Utara Kota Magelang Jadi Ruang Jualan Warga

UMKM Butuh Pasar, BBGRM Jurangombo Utara Kota Magelang Jadi Ruang Jualan Warga

Walikota Magelang Damar Prasetyono hadir di Malam Puncak BBGRM 2026 di halaman Kantor Kelurahan Jurangombo Utara, Kota Magelang, Kamis (9/7/2026) malam.-IST-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID – Para pelaku UMKM di tingkat kelurahan di Kota Magelang membutuhkan lebih dari sekadar pelatihan. Mereka memerlukan ruang bertemu pembeli, tempat menguji produk, dan kesempatan memperluas pasar.

Kebutuhan itu yang coba dijawab warga Kelurahan Jurangombo Utara, Magelang Selatan, melalui Malam Puncak Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2026.

Kegiatan yang digelar di halaman kantor kelurahan, Kamis (9/7/2026) malam itu menghadirkan bazar kuliner, festival band, dan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal.

Ratusan warga memadati lokasi acara. Di tengah hiburan dan keramaian, pelaku UMKM mendapat kesempatan menjual produk langsung kepada masyarakat.

BACA JUGA:Curi Kapulaga Majikan Rp 7,6 Juta, Pekerja Bangunan di Magelang Ditangkap

Camat Magelang Selatan Susilo mengatakan, BBGRM di Jurangombo Utara diarahkan agar gotong-royong memiliki dampak ekonomi.

Kegiatan warga, menurut dia, dapat menjadi pintu masuk untuk menggerakkan perputaran uang di tingkat lingkungan.

"Selain kebersamaan, harapannya bisa menggerakkan potensi ekonomi lokal. Ini adalah langkah strategis skala mikro yang diharapkan mampu mengungkit perputaran ekonomi dan pendapatan pelaku UMKM di wilayah Jurangombo Utara,” kata Susilo.

Model kegiatan semacam ini menjadi penting karena persoalan UMKM selama ini banyak berkaitan dengan akses pasar, kemitraan, pembiayaan, standar produk, dan pemanfaatan teknologi.

BACA JUGA:Viral Motor Disebut Dirampas Debt Collector di Muntilan Magelang, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

Kementerian UMKM mencatat sejumlah tantangan pemberdayaan UMKM, antara lain dominasi usaha mikro, keterbatasan akses pembiayaan, rendahnya kemitraan dalam rantai nilai industri, serta keterbatasan pasar domestik dan global.

Di Kota Magelang, pemkot juga menempatkan event sebagai salah satu penggerak ekonomi lokal. Walikota Magelang Damar Prasetyono sebelumnya menyebut UMKM membutuhkan kegiatan yang terstruktur agar memiliki pasar dan transaksi.

Saat Magelang Fair 2026, Pemkot turut menghadirkan pameran produk unggulan, business matching, dan fasilitasi pembiayaan usaha melalui perbankan.

BACA JUGA:Bupati Sukoharjo Kena OTT KPK, Ahmad Luthfi Jamin Pelayanan Publik Tetap Normal

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres