Pemkot Magelang Bawa Edukasi Antikorupsi hingga Tingkat RT, Warga Diajak Mengawasi

Pemkot Magelang Bawa Edukasi Antikorupsi hingga Tingkat RT, Warga Diajak Mengawasi

Walikota Magelang Damar Prasetyono usai menyampaikan pembinaan antikorupsi di Kelurahan Jurangombo Utara, Kota Magelang, Senin, 3 Agustus 2026.-ZIIDA TAUFIQII-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Pemerintah Kota Magelang mendorong pendidikan antikorupsi menjangkau tingkat rukun tetangga atau RT. Warga juga diajak mengawasi jalannya pemerintahan melalui keterbukaan informasi publik.

Pesan tersebut disampaikan Walikota Magelang Damar Prasetyono dalam Roadshow Pembinaan Antikorupsi di Kelurahan Jurangombo Utara, Kecamatan Magelang Selatan, Senin, 3 Agustus 2026.

Menurut Damar, pencegahan korupsi perlu bertumpu pada transparansi, integritas, dan akuntabilitas. Ketiga prinsip itu harus diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan sekaligus dipahami masyarakat.

“Antikorupsi harus digelorakan untuk memperkuat sistem pencegahan korupsi melalui penerapan prinsip transparansi, integritas, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan,” kata Damar.

BACA JUGA:Aliansi Desak Kasus Korupsi Mini Zoo Purworejo Diusut Tuntas, Kejari Buka Peluang Tersangka Baru

Roadshow tersebut telah digelar di sejumlah kelurahan dan ditujukan menjangkau seluruh wilayah Kota Magelang.

Kegiatan itu melibatkan Inspektorat Daerah sebagai bagian dari pembinaan pencegahan korupsi kepada aparatur dan masyarakat.

Damar mengatakan, sistem pemerintahan yang terbuka memberi ruang bagi warga untuk ikut mengawasi kebijakan, program, dan hasil pembangunan.

BACA JUGA:Pelajar Kota Magelang Belajar Antikorupsi Lewat Seni, Kejujuran Ditanam Sejak Dini

Pengawasan, kata dia, tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat internal pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan ketika Damar ditanya mengenai upaya Pemkot Magelang mencegah korupsi di tengah munculnya sejumlah kasus hukum yang melibatkan kepala daerah di Jawa Tengah.

“Transparansi kita jaga, integritas kita jaga, dan akuntabilitas kita jaga. Semua ikut mengawal. Kalau saya kurang, dikoreksi bersama-sama,” ujarnya.

BACA JUGA:Inspektorat Kota Magelang Edukasi Warga soal Budaya Antikorupsi di Magelang Fair

Menurut dia, kritik dan koreksi masyarakat merupakan bagian dari pemerintahan terbuka.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres