Angka Pengangguran Kota Magelang Didominasi Lulusan Sarjana

Angka Pengangguran Kota Magelang Didominasi Lulusan Sarjana

Suasana keramaian pencari kerja lulusan baru saat mendaftar dalam sebuah bursa lowongan pekerjaan di Magelang.-DENISA PUTRI-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID — Lulusan perguruan tinggi tercatat mendominasi angka pengangguran di Kota Magelang akibat minimnya ketersediaan lowongan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi gelar sarjana.

Kondisi perekonomian daerah yang lebih banyak ditopang oleh sektor perdagangan dan jasa belum mampu menyerap seluruh tenaga kerja berpendidikan tinggi tersebut.

Fakta itu terungkap berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menjadi acuan pemetaan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang.

BACA JUGA:Pelacakan Pasien TBC di Kota Magelang Terkendala Kepadatan Penduduk

Pengangguran dari kalangan sarjana saat ini justru melampaui jumlah pencari kerja lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) sederajat.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kota Magelang, Sutino, membenarkan tingginya angka pengangguran dari kelompok terdidik tersebut.

“Kalau mengacu data BPS, yang tertinggi justru lulusan perguruan tinggi, bukan lulusan SMK,” kata Sutino, Rabu, 5 Agustus 2026.

BACA JUGA:Antisipasi Karhutla Magelang, Polda Jateng Siagakan Peralatan

Menurut dia, mayoritas lowongan kerja di wilayahnya berasal dari sektor perhotelan, perdagangan, dan jasa umum.

Sebagian besar posisi yang ditawarkan oleh perusahaan pada sektor-sektor tersebut tidak selalu mewajibkan pelamar memiliki ijazah strata satu atau sarjana.

Di sisi lain, para lulusan perguruan tinggi cenderung menetapkan standar khusus dalam memilih pekerjaan.

BACA JUGA:Kebakaran Tumpukan Limbah Kayu di Salam Magelang, Pemadaman Butuh 8 Jam

Mereka umumnya mencari posisi yang sejalan dengan disiplin ilmu, jenjang pendidikan yang telah ditempuh, hingga ekspektasi gaji dan jenjang karier jangka panjang.

Kesenjangan antara kualifikasi pencari kerja dan ketersediaan jenis pekerjaan ini menyebabkan masa tunggu sarjana untuk mendapatkan pekerjaan pertama menjadi jauh lebih lama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait