BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Jamsos Rp3,7 Triliun di Jawa Tengah hingga Juli 2026

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Jamsos Rp3,7 Triliun di Jawa Tengah hingga Juli 2026

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat menyampaikan pentingnya perluasan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja informal dalam Media Gathering BPJS Ketenagakerjaan di Yogyakarta, Jumat (28/8).-DENISA PUTRI -MAGELANG EKSPRES

YOGYAKARTA, MAGELANGEKSPRES.ID - BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan manfaat jaminan sosial sekitar Rp3,7 triliun kepada peserta di Jawa Tengah hingga Juli 2026. Manfaat tersebut diberikan dalam 462.874 kasus.

Selain itu, manfaat beasiswa juga telah disalurkan untuk 9.081 kasus dengan total nilai mencapai Rp37 miliar.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat mengatakan besarnya nilai manfaat tersebut tidak sekadar menunjukkan angka capaian.

"Ada keluarga yang harus tetap melanjutkan kehidupan, ada anak yang harus tetap sekolah dan ada masa depan yang harus tetap dijaga. Di situlah jaminan sosial harus hadir," ujar Saiful saat Media Gathering BPJS Ketenagakerjaan bersama insan media wilayah Jawa Tengah di Candi Tirto Raharjo Resto, Yogyakarta, Jumat (28/8).

BACA JUGA:Bukan Sekadar Jalan Sehat, 700 Keluarga Besar SD Muhammadiyah Tempuran Bertemu dan Berbaur

Menurutnya, keberhasilan jaminan sosial tidak hanya diukur dari banyaknya pekerja yang telah menjadi peserta. Namun, juga dari seberapa nyata perlindungan tersebut dirasakan ketika risiko terjadi.

Saiful mengatakan, salah satu tantangannya yakni memperluas perlindungan bagi pekerja informal. Dari potensi sekitar 77,8 juta pekerja informal secara nasional, baru sekitar 13,56 juta atau 17,44 persen yang menjadi peserta aktif.

Menurutnya, perlindungan tidak boleh menunggu sampai risiko terjadi. Pemahaman mengenai pentingnya jaminan sosial juga perlu disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah, Terapkan PSEL dan RDF di Sejumlah Wilayah

Lebih lanjut, Ia menyebut pekerja informal memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari pengemudi, pedagang, petani, nelayan, pekerja kreatif hingga pelaku usaha mandiri. Karena itu, komunikasi mengenai jaminan sosial harus dibuat lebih mudah dipahami.

"Semakin sederhana bahasa yang kita gunakan, semakin luas masyarakat yang dapat memahami pentingnya jaminan sosial," ujarnya.

Saiful menambahkan, perlindungan jaminan sosial juga memiliki dampak jangka panjang terhadap keluarga pekerja. Terlebih ketika pekerja yang mengalami risiko merupakan pencari nafkah utama.

BACA JUGA:Berantas Mafia Pangan, Mentan Amran Dapat Dukungan Komnas HAM dan PPM LVRI

Hingga Juli 2026, sebanyak 9.081 kasus manfaat beasiswa telah disalurkan di Jawa Tengah dengan nilai mencapai Rp37 miliar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait