Ribuan Warga Magelang Dicoret dari Penerima Bansos, Ini Penjelasan Dinas Sosial

Ribuan Warga Magelang Dicoret dari Penerima Bansos, Ini Penjelasan Dinas Sosial

Kepala Dinsos Kota Magelang Bambang Nuryanta saat memberi sosialisasi kepada masyarakat tentang pengajuan sanggahan perubahan desil, belum lama ini.-DENISA PUTRI-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Penyaluran bantuan sosial (bansos) di wilayah Magelang mengalami penyusutan drastis pada triwulan ketiga 2026.

Fenomena ini terjadi menyusul adanya pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) oleh pemerintah pusat.

Ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terpaksa dicoret dari daftar penerima karena bergesernya status kesejahteraan.

Kebijakan ini tak pelak menuai beragam reaksi dari masyarakat yang posisi desilnya tiba-tiba melonjak naik.

BACA JUGA:Data Bansos Berubah, Petani Bandongan Magelang Keluhkan Pencabutan PBI BPJS Kesehatan

Menanggapi dinamika tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Magelang meminta warga memahami esensi pembaruan data.

Pemutakhiran dilakukan murni untuk memotret kondisi riil ekonomi keluarga, bukan jalan pintas agar bisa kembali menerima bantuan.

Staf Pelaksana Akun Kementerian Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Magelang, Catur Edy Gunawan menegaskan bahwa posisi desil warga bisa naik maupun turun. Keputusan akhir sepenuhnya bergantung pada hasil olah sistem.

"Data yang termutakhirkan itu bisa jadi desilnya naik atau turun. Kami tidak menjanjikan kalau desilnya bisa turun," jelas Catur, Sabtu (29/8/2026).

BACA JUGA:Pengajuan Bansos di Kota Magelang Kini Makin Mudah, Bisa Pakai HP Lewat IKD

Ia memaparkan, DTSEN dihimpun dari perpaduan sumber data skala besar seperti Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) dan BKKBN.

Oleh karena itu, warga diminta memberikan informasi sesuai kondisi faktual, bukan sekadar mengejar posisi desil yang rendah.

Dampak tajam dari pemutakhiran ini sangat terasa di wilayah Kota Magelang. Gelombang pencoretan massal membuat kuota penerima dua program bansos utama merosot lebih dari 50 persen.

Kepala Dinas Sosial Kota Magelang, Bambang Nuryanta merinci, penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) anjlok dari 6.548 menjadi 2.648 KPM.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait