Cegah Tawuran dan Bullying, DPMP4KB dan Polres Magelang Kota Turun Gunung Edukasi Pelajar SMPN 8

Cegah Tawuran dan Bullying, DPMP4KB dan Polres Magelang Kota Turun Gunung Edukasi Pelajar SMPN 8

Para pelajar SMP Negeri 8 Kota Magelang dengan antusias mengikuti agenda pembinaan dan penyuluhan pencegahan kenakalan remaja yang diselenggarakan oleh DPMP4KB dan Polres Magelang Kota, Senin (31/8/2026).-SEPTIANA SYAKIRA-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMP4KB) Kota Magelang bersama kepolisian turun tangan membekali siswa SMP Negeri 8 tentang bahaya kenakalan remaja, Senin (31/8/2026).

Langkah edukasi proaktif ini dirancang khusus untuk memutus rantai bullying (perundungan), tawuran pelajar, hingga memupuk kesadaran berinternet yang aman bagi generasi muda.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) DPMP4KB Kota Magelang, Amalia Ila Diastri menanamkan pemahaman kuat mengenai pentingnya merajut pertemanan yang sehat.

BACA JUGA:Kejar Panggung Global, UNIMMA Bidik 80 Persen Program Studi Terakreditasi Unggul

Para siswa diajak memahami bahwa setiap tindakan, baik di dunia nyata maupun di linimasa media sosial, selalu memiliki risiko dan konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan.

"Teman sehat itu adalah teman yang selalu saling mengingatkan ke dalam hal-hal positif," pesan Dias di hadapan puluhan perwakilan siswa.

Lebih lanjut, ia membedah materi krusial bertajuk “Tubuhku, Batasku”. Lewat kampanye ini, para pelajar disadarkan akan hak mutlak atas keamanan privasi tubuh mereka.

BACA JUGA:Pemkot Magelang Salurkan Bansos Tunai untuk 104 UMKM, Penggunaan Dana Diawasi Kejaksaan

Anak didik ditekankan untuk berani berkata 'tidak', serta segera melapor kepada guru atau orangtua bila mengalami tindakan ancaman maupun sentuhan fisik tanpa izin.

Senada dengan hal itu, Kanit Bintibsos Satbinmas Polres Magelang Kota, Ipda Yuli Setiawati menegaskan bahwa pembinaan karakter mutlak ditanamkan sejak usia dini.

Fase transisi dari anak-anak menuju remaja dinilai sangat rentan terhadap godaan perilaku menyimpang dan paparan konten negatif yang merusak.

“Sejak dini dari SD dan SMP kita harus memperhatikan, karena anak-anak tumbuh pesat menuju kedewasaan. Semoga jangan pernah ikut-ikutan dalam hal-hal yang negatif,” tegas Ipda Yuli.

BACA JUGA:Stok Menipis, Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Rejowinangun Kota Magelang Tembus Rp45 Ribu

Ia memastikan, agenda safari edukasi anti-kenakalan remaja hasil kolaborasi bersama DPMP4KB ini akan terus digulirkan untuk menyasar seluruh jenjang SMP se-Kota Magelang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait