Layanan Aduan SIGAP TRANTIBUM 24 Jam, Satpol PP Magelang Janjikan Respons 15 Menit
Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Kota Magelang Yhan Noercahyo Wibowo (kiri) bersama jajarannya saat melahirkan inovasi layanan aduan masyarakat SIGAP TRANTIBUM 24 JAM.-ZIIDA TAUFIQII-MAGELANG EKSPRES
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang meluncurkan layanan aduan SIGAP TRANTIBUM 24 JAM guna merespons cepat gangguan ketenteraman dan ketertiban umum.
Melalui nomor hotline WhatsApp 082314892655, aparat menjanjikan waktu kedatangan maksimal 15 menit ke lokasi sejak keluhan warga diterima.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat serta Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Magelang, Yhan Noercahyo Wibowo mengatakan, ketertiban sejatinya merupakan bagian dari pelayanan dasar pemerintah.
BACA JUGA:30 Tahun Eksis, Kedai Mie Bandung Koh Ho Magelang Sajikan Chinese Food Halal
Ia bertekad menghapus stigma negatif bahwa instansinya hanya hadir di jalanan untuk menindak dan merazia pelanggar aturan.
"Dalam meningkatkan pelayanan publik, kita berpikir Satpol PP ini bisa memberikan apa kepada masyarakat. Kami ingin memberikan pelayanan sebaik mungkin," kata Yhan.
Inovasi Sistem Informasi Aduan dan Penanganan Gangguan Ketenteraman dan Ketertiban Umum (SIGAP TRANTIBUM) 24 Jam itu dirancang khusus untuk mendekatkan pelayanan kepada warga.
BACA JUGA:Walikota Magelang Larang Kekerasan Fisik dan Verbal dalam Mendidik Anak
Kemudahan akses pelaporan diyakini membuat masyarakat tidak lagi bingung atau takut saat menjumpai masalah di lingkungan sekitarnya.
Warga, lanjut Yhan, kini diposisikan sebagai agen pelengkap data pengawasan kota yang mendampingi tugas unit patroli.
"Masyarakat berperan aktif sebagai sebuah data informasi. Mereka melaporkan, mereka menyampaikan," tuturnya.
BACA JUGA:Walikota Magelang Larang Kekerasan Fisik dan Verbal dalam Mendidik Anak
Jenis keluhan yang bisa dilayangkan cukup beragam. Hal itu mencakup gangguan kebisingan, vandalisme, penyalahgunaan ruang publik, hingga aktivitas sekelompok pemuda yang menenggak minuman keras di area terbuka.
Menurut Yhan, tolok ukur utama keberhasilan layanan tersebut tidak dilihat dari seberapa banyak laporan yang masuk, melainkan seberapa sigap petugas hadir di lapangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres

