Dosen Untidar Magelang Latih KWT Bandongan Bikin Kaldu Non-MSG Pakai Teknologi Pengeringan Busa

Dosen Untidar Magelang Latih KWT Bandongan Bikin Kaldu Non-MSG Pakai Teknologi Pengeringan Busa

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tidar saat memberikan sosialisasi dan pendampingan praktik pengolahan kaldu bubuk non-MSG kepada anggota KWT Permai Tani di Kecamatan Bandongan. -IST-MAGELANG EKSPRES

BANDONGAN, MAGELANGEKSPRES.ID – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Tidar (Untidar) melatih para anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Permai Tani di Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, memproduksi kaldu bubuk alami non-MSG.

Berlangsung pada Sabtu (19/9/2026), pelatihan ini mengaplikasikan inovasi teknologi foam mat drying atau pengeringan busa berbahan dasar tomat dan jamur tiram.

Selama ini, kelompok tani tersebut sebenarnya sudah mahir memproduksi minuman herbal bubuk.

BACA JUGA:Judol Marak di Magelang, Akademisi Untidar Soroti Aspek Pidana Pencabutan Bansos

Hanya saja, metode pengeringan yang diaplikasikan masih mengandalkan teknik evaporasi konvensional menggunakan wajan pemanas.

Kehadiran teknologi baru dari kampus negeri tersebut ditargetkan mampu mendongkrak kualitas nutrisi sekaligus mendiversifikasi produk olahan KWT.

Ketua Tim PKM Untidar, Arum Safriana Dewi, S.T.P., M.Si., menjelaskan bahwa pengeringan busa memiliki sederet keunggulan komparatif.


Komoditas tomat lokal hasil budi daya mandiri ibu-ibu KWT Permai Tani yang dioptimalkan sebagai bahan baku penyedap rasa alami berkat kandungan asam glutamatnya. -IST-MAGELANG EKSPRES

BACA JUGA:Inovasi Olahan Rempah, Dosen Untidar Latih KWT Permai Tani Bandongan Buat Permen Cabai

Suhu pemanasan yang digunakan relatif lebih rendah, yakni di kisaran 60 hingga 70 derajat Celsius.

Suhu ideal ini memastikan gizi yang terkandung di dalam bahan baku utama tidak rusak akibat panas berlebih.

"Selain itu, dalam pengeringan busa kita menambahkan putih telur sebagai agen pembentuk busa. Hasilnya, kandungan protein pada produk akhir kaldu justru dapat meningkat," papar akademisi dari Program Studi Teknologi Pangan tersebut.

BACA JUGA:Omzet Soto Bu Idas di GOR Samapta Kota Magelang Melonjak 100 Persen Selama Untidar Open XII

Pemilihan bahan baku pun dilakukan lewat perhitungan matang. Tomat merupakan komoditas agrikultur andalan yang dibudidayakan langsung oleh KWT Permai Tani.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait