416 Kios Pasar Gotong Royong Magelang Kosong, Tergilas Belanja Online
Seorang pedagang buah harian, tengah menata dagangannya di Pasar Gotong Royong Kota Magelang, Rabu (30/9). -INES SOPHIE-MAGELANG EKSPRES
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Kondisi memprihatinkan melanda Pasar Gotong Royong, Kota Magelang. Betapa tidak, karena ratusan kios dan los di pasar tradisional tersebut kini dibiarkan kosong tak bertuan.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 416 dari total 1.360 tempat berjualan di pasar itu melompong ditinggalkan penghuninya.
Kepala Bidang Pasar DPPKUM Kota Magelang, Miftahul Huda mengungkapkan, fenomena ini tidak hanya terjadi di Pasar Gotong Royong, melainkan turut melanda pasar tradisional lainnya di Magelang.
BACA JUGA:50 Persen Kios Tutup, Walikota Magelang Wajibkan ASN Belanja di Pasar Tradisional
Menurut Huda, akar persoalannya dipicu oleh lesunya aktivitas ekonomi secara umum dan perubahan drastis pada pola konsumsi masyarakat modern.
"Yang menjadi persoalan utama itu sebenarnya menurunnya aktivitas ekonomi. Gampangannya, jumlah pembeli itu mengalami penurunan drastis, itu yang menyebabkan pasar pada akhirnya sepi," kata Huda saat ditemui, Rabu (30/9/2026).
Huda menjelaskan, disrupsi perdagangan daring atau online menjadi pukulan telak yang kian mematikan, khususnya bagi para pedagang komoditas non-makanan.
BACA JUGA:Kisah Sukses Jamu Deka Asal Muntilan, Berawal Modal Rp 300 Ribu Kini Tembus Pasar 35 Negara
Selain itu, eksistensi pedagang keliling (eyek) yang langsung menjemput bola ke permukiman warga juga turut memecah konsentrasi pembeli yang biasanya datang ke pasar.
Faktor lain yang tak kalah krusial adalah terputusnya rantai regenerasi pedagang pasar seiring dengan perubahan zaman.
"Kalau kita lihat di pasar tradisional saat ini, dari kalangan Gen Z sepertinya tidak ada yang mau menjadi pedagang pasar. Nah, di situlah letak masalah regenerasinya," bebernya.
BACA JUGA:Talenta Sepakbola Muda Magelang Mulai Dilirik Klub Eropa, Carrick Rangers
Sementara itu, kondisi sepi pembeli ini diamini oleh para pedagang yang masih mencoba bertahan mengais rezeki.
Sumarlin (75), seorang pedagang buah harian di Pasar Gotong Royong, menyebut bahwa keramaian pasar kini hanya terjadi pada jam dan area tertentu saja.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres

