Pasar Rejowinangun Magelang Sepi, Akademisi Untidar Usul Konsep Lebih Atraktif
Akademisi Universitas Tidar (Untidar) Rochmat Aldy Purnomo, dosen Ekonomi Pembangunan Untidar, memberikan tanggapan terkait isu Pasar Rejowinangun yang kian sepi.-SITI ROBBIATUL ADAWIYAH-MAGELANG EKSPRES
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Kondisi Pasar Rejowinangun Kota Magelang yang semakin sepi menjadi perhatian di tengah perubahan pola masyarakat dalam berbelanja.
Akademisi Universitas Tidar (Untidar) Rochmat Aldy Purnomo, dosen Ekonomi Pembangunan Untidar, melihat kondisi tersebut dari perspektif ekonomi.
Menurutnya, persoalan ini merupakan bagian dari perubahan struktur permintaan, perilaku konsumen, serta daya saing pasar.
BACA JUGA:416 Kios Pasar Gotong Royong Magelang Kosong, Tergilas Belanja Online
Ia berkata, kebutuhan masyarakat terhadap barang yang dijual di pasar sebenarnya masih ada.
Namun, digitalisasi dalam sistem transaksional pasar mengubah cara konsumen memenuhi kebutuhan tersebut.
"Pasarnya sebenarnya tetap ada, hanya saja strukturnya yang berubah," kata Aldy.
BACA JUGA:50 Persen Kios Tutup, Walikota Magelang Wajibkan ASN Belanja di Pasar Tradisional
Menurutnya, dalam perubahan struktur permintaan dan perilaku konsumen, masyarakat kini tidak hanya mempertimbangkan harga ketika memilih tempat berbelanja.
Konsumen juga memperhatikan berbagai aspek lain, seperti kualitas, variasi produk, kecepatan, kemudahan memperoleh informasi harga, ulasan pembeli, hingga kemudahan dalam bertransaksi.
Karena itu, Aldy menilai persoalan Pasar Rejowinangun lebih tepat dilihat sebagai persoalan daya saing pasar, bukan semata-mata karena permintaan masyarakat terhadap barang menurun.
"Demand-nya tidak turun, tapi daya saing pasarnya yang berubah," katanya.
BACA JUGA:Omzet Pedagang Pakaian Pasar Rejowinangun Kota Magelang Anjlok 90 Persen
Dalam kondisi tersebut, berbagai upaya menghidupkan aktivitas perdagangan di pasar tetap dapat menjadi stimulus.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres

