Tangani 697 Klien, Bapas Magelang Sebut Pencurian dan Narkoba Paling Dominan

Tangani 697 Klien, Bapas Magelang Sebut Pencurian dan Narkoba Paling Dominan

Petugas Bapas Kelas II Magelang saat melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam mendukung proses pembimbingan Klien Pemasyarakatan.-SEPTIANA SYAKIRA-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Magelang saat ini tengah melakukan pendampingan dan pembimbingan intensif terhadap 697 Klien Pemasyarakatan yang sedang menjalani program integrasi untuk kembali ke tengah masyarakat.

Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 677 merupakan klien dewasa dan 20 lainnya adalah klien anak yang berhadapan dengan hukum.

Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Muda Bapas Kelas II Magelang, Adhian Satya Utomo mengungkapkan, mayoritas klien dewasa yang didampinginya tersandung kasus tindak pidana umum, khususnya pencurian.

BACA JUGA:Tawarkan Beasiswa Ratusan Juta, SMP Mutual Kota Magelang Catat 130 Pendaftar Inden

Sementara pada kategori tindak pidana khusus, kasus peredaran narkoba menjadi yang paling banyak ditangani.

"Untuk klien dewasa rata-rata kebanyakan dari (tindak pidana) umum itu pencurian. Kalau untuk khususnya adalah narkoba," kata Adhian saat ditemui, Kamis (1/10/2026).

Kondisi yang berbeda terlihat pada profil klien anak. Adhian membeberkan, tren kasus yang melibatkan anak di bawah umur sepanjang periode 2025-2026 justru didominasi oleh perkara kepemilikan senjata tajam (sajam) dan insiden tawuran antarpelajar.

BACA JUGA:Krisis Lahan, Kapasitas TPU Giriloyo Kota Magelang Maksimal Tersisa 12 Tahun Lagi

Selain itu, Bapas juga menangani sejumlah perkara tindak pidana yang bersinggungan langsung dengan ranah perlindungan anak, termasuk di dalamnya kasus kejahatan seksual anak.

Guna mencegah para klien ini kembali mengulangi tindak pidana (residivis), Bapas menjalankan fungsi utamanya yang meliputi Penelitian Kemasyarakatan (Litmas), pembimbingan, pengawasan, hingga menggelar sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

Langkah preventif ini diwujudkan melalui dua pilar pembimbingan, yakni bimbingan kepribadian dan kemandirian, agar klien lebih siap menghadapi stigma masyarakat.

BACA JUGA:Jateng Raih Terbaik 3 PPD 2026, Program Speling Jadi Salah Satu Unggulan Pembangunan

Bimbingan kepribadian difokuskan pada penguatan aspek sosial dan keagamaan.

Sementara itu, bimbingan kemandirian diwujudkan dalam bentuk pelatihan keterampilan praktis (life skill) yang disesuaikan dengan minat dan bakat klien.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait