Pemilu Usai, KPU Kota Magelang Tetap Gencar Edukasi Pemilih Pemula hingga Lansia

Pemilu Usai, KPU Kota Magelang Tetap Gencar Edukasi Pemilih Pemula hingga Lansia

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang tak henti melakukan program pendidikan demokrasi bagi warga-DENISA PUTRI-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) boleh saja usai, namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Magelang tetap gencar menjalankan program pendidikan pemilih secara berkelanjutan.

Langkah edukasi kepemiluan ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pemilih pemula di kalangan pelajar hingga kelompok rentan seperti warga lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

Ketua KPU Kota Magelang, Misbachul Munir mengatakan, selain program edukasi, pihaknya juga terus merawat data pemilih melalui Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) agar basis data tetap valid dan mutakhir.

BACA JUGA:Hingga Triwulan III Tahun 2026, KPU Magelang Catat 9.308 Pemilih Baru

Terkait pendidikan pemilih pemula, Munir menyebut kelompok usia muda ini menjadi salah satu prioritas utama mengingat persentasenya yang cukup besar.

"Dengan proyeksi struktur demografi kependudukan, jumlah pemilih pemula itu cukup signifikan. Sosialisasi pendidikan pemilih itu menjadi program strategis KPU RI," kata Munir.

Pendekatan sosialisasi untuk kalangan pelajar pun disesuaikan dengan bahasa keseharian mereka agar konsep politik dan demokrasi lebih mudah dipahami.

BACA JUGA:Tembus 100.068 Orang, KPU Kota Magelang Sebut Data Pemilih Didominasi Milenial

Tidak sekadar teori, KPU juga memberikan ruang praktik langsung melalui simulasi kepemiluan.

Salah satunya dengan menjadikan momen pemilihan ketua OSIS di sekolah sebagai sarana mempraktikkan tata cara pemungutan suara yang sah.

"Di pemilihan ketua OSIS itu sebagai ajang praktik ilmu yang besok dilakukan, tata cara yang sahnya seperti apa," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti Parade Budaya HUT ke-81 RI, KPU Magelang Serahkan Nawala Kepada Bupati

Selain pemilih pemula, edukasi tatap muka juga menyasar kelompok lansia dan disabilitas yang dinilai rentan atau terbatas dalam mengakses informasi kepemiluan dari dunia maya.

"Walaupun di dunia yang penuh medsos (media sosial), kan ada kalangan yang tidak pegang ponsel. Makanya di usia lanjut, lansia, kita lakukan sosialisasi lalu ke teman-teman disabilitas," imbuh Munir.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait