Walikota Magelang Tantang 17 Kelurahan Sulap Potensi Lokal Jadi Kampung Wisata
Walikota Magelang, Damar Prasetyono, saat memberikan arahan strategis dalam agenda sosialisasi pencanangan kampung wisata di Pendopo Kota Magelang-SEPTIANA SYAKIRA-MAGELANG EKSPRES
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang mendorong seluruh kelurahan di wilayahnya untuk jeli menggali dan mengembangkan potensi lokal menjadi daya tarik kampung wisata.
Walaupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hanya menargetkan pembentukan minimal lima kampung wisata, Pemkot Magelang justru mengambil langkah agresif dengan menantang 17 kelurahan yang ada untuk bergerak serentak.
Demikian disampaikan Walikota Magelang, Damar Prasetyono, saat menggelar sosialisasi pencanangan kampung wisata di Pendopo Kota Magelang, belum lama ini.
BACA JUGA:Ayah Kandung Diduga Cabuli Anak di Wonosobo, Polisi Tangkap Pelaku
Menurut Damar, cikal bakal sebuah kampung wisata tidak melulu harus bertumpu pada destinasi atau infrastruktur berskala besar.
Dirinya meyakini setiap sudut kelurahan memiliki daya tarik tersendiri yang siap dipoles.
"Setiap kelurahan memiliki potensi wisata yang bisa dikembangkan. Potensi tersebut bisa berupa sejarah atau cerita lokal, budaya dan tradisi, kuliner khas, kriya dan kerajinan, seni kreativitas masyarakat, hingga lingkungan itu sendiri," katanya.
BACA JUGA:Roses Bloom Kramat Utara Magelang, Kuliner Ala Resto Harga Mahasiswa
Menurutnya, muara dari pengembangan pariwisata adalah terbukanya keran ekonomi baru bagi warga.
Masyarakat diharapkan dapat mengambil peran langsung, baik melalui penyediaan jasa maupun produk kerajinan dan kuliner.
"Jadi ukurannya tidak berhenti pada berapa banyak wisatawan yang datang, tetapi juga pada manfaat ekonomi yang muncul setelah wisatawan itu datang," imbuhnya.
BACA JUGA:Bayi Laki-laki Ditemukan Warga di Kranggan Temanggung, Dirawat di Puskesmas
Sebagai embrio, Damar merujuk pada keberhasilan Program Kampung Iklim (ProKlim) yang sudah berjalan di sejumlah titik di Kota Magelang.
Langkah awal bisa dimulai dari penataan lingkungan secara swadaya, seperti mempercantik jalanan kampung dan membudayakan penanaman sayur-mayur di pekarangan rumah warga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres

