APAR Saja Tak Cukup, Walikota Magelang Desak Warga Punya Skill Cegah Kebakaran
Pemandangan kawasan pemukiman padat penduduk di Kota Magelang, menuntut skill pencegahan bencana kebakaran setiap warga.-WIWID ARIF-MAGELANG EKSPRES
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di permukiman padat penduduk dinilai tidak cukup untuk mencegah musibah kebakaran.
Hal itu dikatakan Walikota Magelang Damar Prasetyono seusai menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, baru-baru ini.
Menurut dia, kesiapsiagaan warga dan perubahan kebiasaan sehari-hari jauh lebih vital di tengah ancaman cuaca panas yang berkepanjangan.
BACA JUGA:In This Economy, Sepatu Bekas di Kota Magelang Jadi Alternatif Kebutuhan Masyarakat
Peralatan memadai, menurutnya, tidak akan berfungsi maksimal tanpa diimbangi tingkat kewaspadaan manusia.
Sebagian besar insiden di kawasan padat justru dipicu oleh kelalaian kecil warga, seperti penggunaan kabel listrik tidak berstandar maupun menumpuk colokan pada satu sumber arus.
"Keluar rumah itu harus dipastikan semua lampu dimatikan, kompor listrik, kompor gas, air, semua harus dipastikan aman," katanya.
BACA JUGA:Pecah Kepadatan Alun-alun, Pemkot Magelang Sulap Kawasan Utara Jadi Ruang Publik Baru
Upaya pencegahan tersebut, lanjutnya, harus menjadi rutinitas wajib.
Kebiasaan buruk lain yang kerap diabaikan masyarakat adalah merokok sambil tertidur.
Kondisi teledor itu sangat mudah memicu panas berlebih yang akhirnya berujung pada petaka.
BACA JUGA:Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi, Pemprov Jateng Minta RS Matangkan Kesiapan
Sejauh ini, Pemkot Magelang terus memberi sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari pendamping pemerintah, lurah, hingga camat.
Bahkan, edukasi akan digencarkan secara masif melalui lingkungan rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), serta pos-pos keamanan warga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: magelang ekspres

