Buka Ruang Diskusi, Aktivis Ini Tak Segan Kritik Langsung Walikota Magelang Soal Ketimpangan Ekonomi

Buka Ruang Diskusi, Aktivis Ini Tak Segan Kritik Langsung Walikota Magelang Soal Ketimpangan Ekonomi

Walikota Magelang Damar Prasetyono bersama Presiden Lima Gunung Sutanto Mendut, saat dikusi bertajuk "Ngaji Kalcer" Magelangan Parekraf di Sidotopo, Magelang Utara, Sabtu (3/10/2026).-IST-MAGELANG EKSPRES

MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID - Pelaksanaan pameran Magelangan Parekraf di Kampus 2 Sidotopo Universitas Tidar (Untidar), Kota Magelang, Sabtu (3/10/2026) malam, diwarnai kritik.

Pemerintah Kota Magelang dinilai terlalu mengandalkan acara gempita sebagai tolok ukur kemajuan, namun abai terhadap ketimpangan ekonomi masyarakat bawah.

Kritik itu disampaikan aktivis sekaligus alumnus Untidar, Enrille Championy Geniosa, dalam sesi "Ngaji Kalcer".

BACA JUGA:Bebaskan Mahasiswa Kritik Pemerintah, Gubernur Ahmad Luthfi Cuma Minta Hal Ini

Dia membandingkan klaim perputaran uang dari pemerintah dengan realitas pahit yang dialami pedagang tradisional.

Realitas di lapangan, kata Enrille, menunjukkan kondisi yang berbanding terbalik.

Banyak pedagang di pasar tradisional mengeluh kehilangan pembeli di tengah kemeriahan acara kota.

"Kami masih menemukan di lorong-lorong Pasar Rejowinangun, banyak pedagang yang mengeluh karena kiosnya sepi, serta keberadaan tunawisma. Tapi, andalan Pemkot Magelang selalu mendefinisikan kemajuan ekonomi lewat kegiatan perayaan seperti ini," ujar Enrille.

BACA JUGA:APAR Saja Tak Cukup, Walikota Magelang Desak Warga Punya Skill Cegah Kebakaran

Menanggapi hal itu, Walikota Magelang Damar Prasetyono berdalih, perayaan semacam itu justru sengaja didesain untuk menciptakan efek ganda bagi perekonomian lokal.

Menurutnya, pameran ini dirancang agar uang masyarakat berputar di tingkat daerah.

Keuntungan finansial diharapkan tidak hanya dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga menetes hingga ke sektor perhotelan.

"Kalau UMKM maju karena jualannya laku, uang berputar di tingkat lokal. Hotel yang penuh bisa membayar gaji karyawannya. Ini yang kita desainkan," tegasnya.

BACA JUGA:In This Economy, Sepatu Bekas di Kota Magelang Jadi Alternatif Kebutuhan Masyarakat

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: magelang ekspres

Berita Terkait