Antisipasi Pohon Tumbang, DLH Kota Magelang Lakukan Penambahan Pohon
MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG - Menjelang musim hujan menjadi pemicu risiko pohon tumbang di sejumlah titik di Kota Magelang. Untuk mengantisipasinya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan melakukan pemeriksaan ketahanan pohon perindang di wilayah setempat. Kepala DLH Kota Magelang, Otros Trianto mengatakan, meski masuk dalam kategori rendah rawan bencana, tetapi antisipasi terhadap ancaman bencana tetap harus dilakukan. Salah satunya, pemotongan dahan dan ranting pohon peneduh. Bahkan, nyaris setiap hari pemangkasan terus dilakukan, terutama pohon perindang yang usianya sudah tergolong tua. ”Perawatan dan pemangkasan pohon peneduh terus dilakukan, terlebih menjelang musim hujan di quartal terakhir tahun ini. Upaya pemotongan dilakukan secara selektif, tergantung dari kondisi ranting-ranting pohon. Dahan-dahan yang sudah lapuk langsung dipangkas, untuk mengantisipasi supaya tidak tumbang,” kata Otros, Senin (28/9). Beberapa waktu lalu, pihaknya melaksanakan pelatihan penambalan pohon (cavity treatment) kepada petugas pemeliharaan pohon. Hal ini bertujuan supaya pohon-pohon yang rapuh atau berlubang tetap terawat dengan baik. Baca juga Pasien Positif Covid di Kabupaten Magelang Tambah 34, Sembuh 22 ”Kita gelar pelatihan dengan mendatangkan narasumber perwakilan dari Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) Provinsi Jawa Tengah yang sekaligus sebagai Kepala Bidang Pengelolaan PJU, Pertamanan, dan Pemakaman DLH Kota Magelang, Yetty Setiyaningsih,” ujarnya. Menurutnya, pohon perindang ini usai diseleksi akan dilakukan eksekusi dipangkas atau penambalan lubang. Otros mengatakan, untuk pohon dengan kategori masih muda dan berdahan kuat, maka cavity treatment menjadi strategi terbaiknya. ”Kami harap dengan adanya inovasi ini usia pohon bisa menjadi lebih lama. Fungsi pohon juga dapat diefisienkan,” ujarnya. Di Kota Sejuta Bunga, sebut dia, terdapat sekitar 5.000 pohon peneduh yang menghiasi sudut dan ruang terbuka hijau (RTH) kota. Pada tahun 2020 DLH Kota Magelang mencatat, terdapat sekitar 50 pohon yang mengalami lubang. ”Ada beberapa faktor yang membuat pohon berlubang, seperti penyakit dan atau perilaku buruk masyarakat yang membakar beberapa bagian pohon. Hal ini membuat kebugaran dan nilai estetikanya menurun,” katanya. Kasi Pengelola PJU dan Pertamanan, DLH Kota Magelang Teguh Ariyanto menambahkan, kondisi ini menjadi pekerjaan tersendiri bagi Pemkot Magelang untuk merevitalisasi pohon tua. Caranya dengan mempertahankan kekuatan fisik pohon, sehingga meminimalisir rawan bencana pohon tumbang. ”Kegiatan penambalan pada pohon yang lapuk ini, merupakan salah satu perawatan yang bertujuan untuk menambah kekuatan dari pohon-pohon tersebut. Dengan begitu, pohon akan berfungsi sebagai peneduh dan sebagai fungsi penghijauan,” jelasnya. Dia menyebutkan, kegiatan ini diinisiasi sebagai bagian dari komitmen Pemkot Magelang dalam merawat RTH. Pemkot secara rutin juga telah melakukan perawatan RTH dengan perabasan pohon perindang. ”Melalui kegiatan ini diharapkan terdapat transfer ilmu kepada tenaga pemelihara taman kota, sehingga vegetasi pohon di Kota Magelang dapat lebih terjaga, baik dari sisi fungsional maupun estetikanya,” pungkasnya. (wid)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: