Bantu Kaum Difabel, Unimma Resmikan UKM Forda
MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG - Bertepatan dengan Hari Bahasa Isyarat Internasional, Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) meresmikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) baru. Forum Ramah Difabel (Forda) Unimma diresmikan menjadi UKM ke-19 perguruan tinggi Muhammadiyah di Magelang ini. Terobosan ini diprakarsai seorang mahasiswa Fakultas Teknik Unimma, Dwi Kusuma Wirawan. Embrio Forda dibentuk pada tahun 2016 dalam sebuah komunitas kecil hingga tahun 2018. Saat itu, Dwi Kusuma menjadi Ketua Forda Unimma. Sejak berdirinya organisasi ini, visinya adalah memperjuangkan kesetaraan hak dan mewujudkan universitas yang aksesibel menuju lingkungan inklusi. ”Saat ini ada sekitar 72 juta orang tuli di seluruh dunia. Sebagian besar atau sekitar 80 persennya tinggal di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Sampai sekarang kurang lebih ada 300 bahasa isyarat yang digunakan masyarakat tuli di dunia,” kata Dwi Kusuma kepada wartawan, Jumat (25/9). Ia menyebutkan, sebagai manifestasi Hak Asasi Manusia, 23 September, maka ditetapkan sebagai ”Hari Bahasa Isyarat Internasional” sejak tahun 2017 oleh Organisasi Dunia PBB. ”Inisiasi Forda ini diprakarsai karena menjadi salah satu bentuk Unimma yang komitmen dalam memfasilitas sarana mahasiswa melalui organisasi,” jelasnya. Kini, Forda Unimma telah diresmikan dan usianya sudah menginjak di tahun kedua. Menurut Dwi, berdirinya organisasi ini merupakan tanggung jawab berat yang harus diemban ke depannya. Baca juga Hotel dan Artos Mall Aman untuk Pengunjung, Lakukan Terobosan untuk Tingkatkan Jumlah Pengunjung ”Harapannya, para mahasiswa Unimma bisa belajar lebih mendalam tentang dunia difabel dan teman-teman yang non-difabel bisa terus memberi dukungan untuk FORDA sendiri,” ujar Dwi. Dalam wawancaranya, Dwi didampingi oleh Susiana sebagai penerjemah bahasa isyarat yang juga merupakan salah satu inisiator terbentuknya Forda pada tahun 2016. ”Akhirnya komunitas ini resmi menjadi UKM. Pastinya bahagia, namun juga sebuah tantangan untuk terus memperjuangkan hak-hak para penyandang disabilitas dan memberikan informasi kepada seluruh masyarakat Unimma tentang disabilitas ini,” tutur Susiana. Selain memiliki beberapa program kerja di antararanya kelas isyarat, pelatihan braille, dan relawan disabilitas, Forda juga memiliki banyak jaringan organisasi di luar kampus. Sementara itu, Puguh Widiyanto MKep, Wakil Rektor 1 Bidang Kemahasiswaan menyambut baik UKM baru ini. Ia berharap, kampus bisa menjadi tempat yang ramah bagi kaum difabel untuk punya hak yang sama dalam menuntut ilmu dan berkarya sebagaimana orang-orang yang tidak punya keterbatasan. ”Mereka bisa mendukung kampus ini sehingga bisa dikenal sebagai kampus yang ramah difabel,” ujarnya. Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Mahasiswa (LP2MA) Unimma, Elmiawati Latifah MSc Apt menjelaskan, terbentuknya Forda karena dapat menginisiasi universitas dalam memfasilitasi warga berkebutuhan khusus. ”Organisasi ini sebenarnya sudah lama berdiri dan berkontribusi dengan kegiatan yang bermanfaat dan harapannya akan terus berkelanjutan ke depan,” ujar Elmi. (wid)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: