Hanya 40 Persen Diterima di BLK, Sekda Kota Magelang Minta Peserta Tak Sia-siakan Kesempatan
MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG - Seleksi peserta Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Magelang kian ketat saja. Dari 156 pendaftar, hanya diterima sekitar 40 persennya saja atau 64 peserta. Ke-64 peserta ini merupakan peserta yang berhasil lolos seleksi. Kepala Disnaker Kota Magelang, Gunadi Wirawan menjelaskan, pelatihan dilaksanakan mulai Jumat (14/2). Pelatihan dibagi dalam 4 paket, yaitu Design Grafis, Menjahit, Tata Boga dan Tata Kecantikan Kulit, dan Rambut. \"Masing-masing paket diikuti 16 peserta, dengan waktu pelatihan berkisar 20-35 hari,\" jelas Gunadi, saat pembukaan pelatihan keterampilan kompetensi di halaman BLK Kota Magelang, kemarin. Sebelum mengikuti pelatihan, mereka mendapat pembinaan kedisiplinan dan wawasan kebangsaan dari jajaran Kodim 0705/Magelang dan Polsek Magelang Utara, selama tiga hari. Selain itu, selama mengikuti pelatihan mereka mendapat fasilitas antara lain kudapan pagi, makan siang, ATK, materi, uang saku dan sertifikat. \"Pelatihan ini merupakan fasilitas pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat, sekaligus menurunkan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Magelang,\" katanya. Disebutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2019 TPT Kota Magelang sebanyak 4,43 persen atau setara 3.800 orang, menurun dibandingkan pada tahun 2018 sebanyak 4,68 persen. Adapun tahun 2017 sebanyak 6,68 persen. Baca Juga Video Penganiayaan Siswi SMP di Purworejo Hebohkan Media Sosial Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang Joko Budiyono mengemukakan, para peserta yang belum lolos tidak perlu berkecil hati mengikuti pelatihan keterampilan ini. Mereka diharapkan tambah semangat, tekun, rajin, disiplin, mendapatkan skill sesuai kompetensi yang diminati dan mencoba mendaftarkan lagi di waktu mendatang. Kemudian bagi mereka yang lolos diharapkan ke depan menjadi tenaga profesional yang bernilai ekonomi tinggi. \"Ikuti pelatihan ini penuh dengan motivasi, jangan kecil hati,\" kata Joko, hadir pada pembukaan pelatihan. Joko meminta kepada Disnaker untuk terus melakukan pemantauan dan penampingan kepada peserta yang sudah mengikuti pelatihan. \"Saya minta dipantau benar hasilnya, yang sudah bekerja berapa, yang belum bekerja berapa. Kalau ada yang belum pandai, ya diulangi lagi tidak apa-apa,\" tutur Joko. Disamping itu, pelatihan hingga pendampingan tidak hanya bagi peserta dari Kota Magelang saja tapi juga dari Kabupaten Magelang maupun daerah lainnya. (wid)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: