IUWASH Plus Gandeng CSR Beri Bantuan Jamban Higienis
MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG - USAID Indonesia Urban Water, Sanitation, And Hygiene Penyehatan Lingkungan untuk Semua (IUWASH Plus) terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketersediaan jamban sehat di setiap rumah di wilayah eks-Karesidenan Kedu. Sebab, kesadaran sanitasi yang higienis menjadi faktor penting mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Terbaru, IUWASH Plus menggandeng Bank Bapas 69 Magelang sebagai CSR untuk membantu masyarakat Desa Banyurojo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang merealisasikan program jambanisasi higienis di sejumlah kepala keluarga. Behavior Change Marketing IUWASH PLUS Jawa Tengah, Edy Triyanto mengatakan, pihaknya tidak henti-henti mengimbau semua stakeholders untuk memprioritaskan penyediaan jamban sehat di setiap rumah warga. Hal ini sebagai upaya untuk menekan jumlah kasus penyakit yang ditimbulkan akibat buruknya sanitasi rumah tangga. Ia menjelaskan, ketersediaan jamban sehat di setiap rumah warga merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Menurut dia, upaya yang telah dilakukan selama ini adalah dengan memberdayakan semua kalangan guna membantu sosialisasi PHBS, yang salah satunya yaitu penggunaan jamban sehat. ”Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sanitasi rumah tangga, termasuk penggunaan jamban sehat, maka kasus penyakit bisa diturunkan setiap tahun,” kata Edi di sela workshop pembangunan jamban keluarga antara program CSR Bank Bapas 69 Magelang dengan masyarakat Desa Banyurojo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang di Hotel Artos, Rabu (22/1). Baca Juga Kejiwaan “Raja” dan “Ratu” KAS Normal, Keduanya Sadar Lakukan Penipuan Ia menjelaskan, pembangunan jamban ini rata-rata sudah berjalan sesuai harapan, baik di Kota maupun Kabupaten Magelang. Tidak sedikit yang dialokasikan dari dana desa, swadaya, bahkan jimpitan masyarakat desa untuk membangun jamban yang higienis. ”Kesadaran masyarakat untuk membuat jamban yang sehat terus mengalami kenaikan. Tetapi masyarakat butuh percepatan, di sini lah peran pemerintah, IUWASH Plus dan juga CSR untuk ada di tengah mereka,” tandasnya. Sementara itu, Direktur Umum dan Kepatuhan Bapas 69 Magelang, Dyah Retno menjelaskan, bantuan yang diberikan sebenarnya masih sangat kecil, karena baru mencakup 3-4 KK saja. ”Tapi bukan kuantitas yang ingin kami tekankan melainkan semangat, agar keluarga lain bisa sama-sama menggelorakan PHBS, salah satunya dengan cara tidak BABS dan jamban yang higienis. Dengan begitu masyarakat akan terus sehat dan terhindar dari penyakit,” katanya. Kepala Desa Banyurojo, Iksan Maksum mengatakan bila bantuan ini sangat berarti bagi warganya. Bantuan tersebut, diprioritaskan kepada masyarakatnya yang tidak mampu. ”Sementara untuk yang mampu kami imbau agar membangunnya jamban yang higiensi secara mandiri,” imbuhnya. Baca Juga Polda Jateng Telusuri Aliran Dana KAS yang Mencapai Rp1 Miliar Lebih Turut hadir, Kabid Infrastrutkur dan Prasarana Wilayah, Bappeda Kabupaten Magelang, Didik Kristia Sofian. Menurutnya, pemerintah akan terus menggaungkan semangat jambanisasi higienis dalam rangka meningkatkan kesadaran warga untuk menerapkan PHBS. ”Kami juga akan terus mengajak CSR, sponsor dan semua pihak agar bahu-membahu membangun sarana sanitasi dan air minum layak. Kemudian juga semangat untuk tidak BABS dan mulai menerapkan PHBS,” pungkasnya. (wid)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: