Perpustakaan Kota Magelang Siap Akreditasi SNP
MAGELANGEKSPRES.COM,MAGELANG TENGAH – Perpustakaan Kota Magelang siap menjalani proses akreditasi yang menjadi alat untuk mengukur penerapan Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Dengan diraihnya akreditasi nanti, pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang, Isa Ashari mengatakan, pihaknya sudah mengumpulkan berkas-berkas persyaratan mengikuti akreditasi. Selanjutnya berkas dikirimkan ke Perpustakaan Jawa Tengah dan akan melalui serangkaian proses berikutnya. ”Nanti tim akreditasi dari Perpustakaan Nasional datang ke kita untuk melihat secara keseluruhan. Kami harap akan mendapat status akreditasi tersebut, karena merupakan bukti legalitas dari pelayanan perpustakaan kita kepada masyarakat,” kata Isa, kepada wartawan, Rabu (29/1). Pihaknya juga menyertakan sebanyak 11 perpustakaan di sekolah tingkat SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi untuk mengikuti akreditasi. Perpustakaan tersebut berada di SD Mutual, SD IT, SMP 1, SMP 7, SMP 8, SMP IT, SMK 1, SMA 4, SMA 3, UM Magelang, dan Untidar. Baca juga Pengedar Pil Sapi Asal Wonosobo Tertangkap di Purworejo ”Kita ikutkan karena ingin ada pengakuan legalitas pelayanan kita kepada pengunjung, entah sudah baik atau justru buruk. Meski di luar itu kita sudah berupaya agar pelayanan terbaik kepada masyarakat, tapi kita butuh legalitas berupa akreditasi itu,” katanya. Ada enam komponen penilaian dalam akreditasi perpustakaan ini. Di antaranya seperti sarana prasarana, tenaga perpustakaan, manajemen, koleksi, inovasi, dan penyelenggaraan atau pengelolaan. ”Semua dinilai oleh tim akreditasi langsung dari Perpustakaan Nasional. Secara sarana prasarana sudah baik, pelayanan juga sudah kita upayakan semakin bagus. Koleksi kita sekarang ada 60.000 buku ditambah e-book dan ada juga aplikasi,” jelasnya. Menurutnya, hingga kini tingkat kunjungan ke perpustakaan di Jalan Kartini, Magelang Tengah itu terus mengalami kenaikan. Setiap hari setidaknya dikunjungi sekitar 250-600 orang. Tidak hanya di siang hari, kunjungan di malam hari pun ramai. ”Akhir pekan dari hari Jumat dan Sabtu kita buka sampai malam jam 20.00. Pengunjungnya ramai di malam hari itu. Ini membuktikan kalau masyarakat tetap antusias ke perpustakaan. Tidak hanya membaca buku, tapi tidak sedikit juga yang berdiskusi atau belajar bersama,” pungkasnya. (wid)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: