Pelita Purworejo Resmi Dikukuhkan, Wabup Dion Ajak Pemuda Lintas Agama Perkuat Kerukunan

Pelita Purworejo Resmi Dikukuhkan, Wabup Dion Ajak Pemuda Lintas Agama Perkuat Kerukunan

Pengurus Pemuda Lintas Agama (Pelita) Kabupaten Purworejo periode 2026-2029 menjalani pengukuhan di Hotel Sanjaya Inn Purworejo-Eko Sutopo-Magelang Ekspres

PURWOREJO, MAGELANGEKSPRES.ID - Pengurus Pemuda Lintas Agama (Pelita) Kabupaten Purworejo Periode 2026-2029 yang digagas oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purworejo resmi dikukuhkan pada Kamis (2/7).

Terbentuknya kepengurusan Pelita diharapkan mampu menguatkan kolaborasi antara pemerintah, FKUB, tokoh agama, dan generasi muda dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan kondusivitas daerah.

Pengukuhan Pelita dilakukan oleh Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, di Hotel Sanjaya Inn Purworejo.

Sebanyak enam tokoh muda dipercaya mengemban amanah sebagai pengurus Pelita untuk periode 2026–2029.

BACA JUGA:Ketua FKUB Purworejo Ajak Masyarakat Perkuat Moderasi Beragama di Era Digital

Mereka berasal dari berbagai organisasi kepemudaan dan unsur agama, yakni Tashilul Manasik, Yusriana Azizah, Ahmad Fadhol Arifin, Rivaldi Anjar Saputra, Yohanes Teguh Surahmadi, dan Aditthana Devi Asih.

Dion Agasi dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan Pelita merupakan investasi sosial yang penting bagi daerah.

Menurutnya, membangun komunikasi dan kebersamaan di kalangan pemuda lintas agama merupakan langkah strategis untuk memperkuat persatuan sekaligus mencegah potensi konflik sosial pada masa depan.

"Targetnya sederhana, yang penting saling mengenal. Karena ketika saling mengenal, Insya-Allah akan mengurangi rasa curiga dan prasangka buruk satu sama lain," tegasnya.

BACA JUGA:Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Purworejo Gelar Doa Bersama Lintas Agama untuk Perkuat Kamtibmas

Dion menyampaikan bahwa berbagai persoalan sosial kerap muncul akibat kurangnya komunikasi dan saling memahami.

Oleh karena itu, forum seperti Pelita diharapkan mampu menjadi ruang dialog sekaligus wadah kolaborasi bagi generasi muda dari berbagai latar belakang agama.

Lebih lanjut Dion mengingatkan, agar setiap persoalan yang bersifat pribadi tidak berkembang menjadi konflik antarkelompok.

Menurutnya, pengalaman sejumlah daerah menunjukkan bahwa konflik sosial sering kali berawal dari persoalan individu yang kemudian meluas karena minimnya komunikasi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait